Sanaa, LiputanIslam.com –   Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, mengungkapkan solidaritasnya kepada warga Muslim “tertindas” Rohingya serta mengecam keras kejahatan terhadap mereka dan menegaskan keharusan upaya secepatnya untuk menghentikan  “pembasmian” warga Muslim Myanmar.  Demikian dilaporkan al-Alam yang berbasis di Iran, Selasa (5/9/2017).

Al-Houthi menyebutkan bahwa tragedi pembasmian warga Muslim Rohingya tidak lepas dari konspirasi internasional dan motivasi dari Amerika Serikat (AS) kepada pemerintah dan para radikalis umat Budha Myanmar sehingga menjadi aib baru bagi dunia Barat.

Dia kemudian mengecam Barat dan menyindir Arab Saudi dengan menyatakan, “Barat dan imperialis AS mengangkat nilai-nilai kemanusiaan  hanya untuk menipu berbagai bangsa, dan mereka yang mengaku sebagai pengibar bendera umat Islam dan menjaga tempat-tempat suci malah bergerak hanya untuk menebar fitnah.”

Secara lebih blak-blakan Pemimpin Ansarullah menambahkan, “Apa yang menimpa kaum Muslim Myanmar merupakan laknat atas para antek yang telah berkhianat di tengah umat kita, dan status kaum Muslim Myanmar sebagai bagian dari kaum Ahlussunah ternyata tidak lantas membuat mereka mendapat perlindungan ataupun suara dari dinasti al-Saud, al-Nahyan, dan dinasti-dinasti lain.”

Al-Houthi menegaskan bahwa status keislaman dan mazhab warga Muslim Rohingya membuat mereka sulit tertolong oleh umat Islam lainnya selagi di tengah umat Islam masih terdapat para antek imperialisme yang bertindak demi interesnya sendiri. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL