Baghdad, LiputanIslam.com –  Pemimpin pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, mengaku memiliki data-data lengkap mengenai situasi di Basrah dan bahwa kerusuhan di kota di bagian selatan Irak ini dikendalikan oleh Kedubes Amerika Serikat (AS) untuk Irak.

“Serangan ke markas al-Hashd al-Shaabi dan pembakaran poster para syuhada dilakukan dengan pengarah dari kelompok-kelompok tertentu, dan kami (saat itu) melarang penghadangan terhadap para pengunjuk rasa,” ungkap al-Muhandis dalam jumpa pers di Baghdad, Sabtu malam (8/9/2018).

“Kami tidak mencampuri pergumulan politik. Kami akan bereaksi serius terhadap orang yang menyasar al- Hashd al-Shaabi, dan kami telah memulainya. Tak ada konflik internal. Pasukan keamanan terkonsolidasi, dan tidak akan ada konflik bersenjata,” lanjutnya.

Dia kemudian mendesak pemerintah agar memfasilitasi al-Hashd al-Shaabi untuk menindak para teroris, dan supaya menentukan sikap terhadap eksistensi pasukan koalisi internasional dewasa ini.

“Kami memiliki foto-foto dan data-data lengkap disertai nama-nama dan alamat orang-orang yang mengendalikan perkara dalam insiden Basrah. Kami akan mengajukan bukti-bukti dan data-data lengkap mengenai keterlibatan konsulat AS di Basrah. AS menelantarkan Irak ketika nyaris jatuh. Tak ada yang membela kita selain Iran,” tuturnya.

Seperti pernah diberitakan, aksi unjuk rasa protes di Basrah belakangan ini sempat marak terhadap minimnya layanan dan lowongan kerja. Menurut pernyataan kelompok-kelompok Poros Resistensi, aksi itu ditunggangi oleh anasir eks-partai Baath yang berkuasa di Irak serta kelompok teroris ISIS sehingga terjadi aksi perusakan dan pembakaran pembakaran beberapa gedung pemerintah Irak dan konsulat Iran. (mm/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*