al-hashd-al-shaabi-relawan-irakBeirut, LiputanIslam.com –  Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi selama ini dijuluki sebagai laskar atau milisi Syiah oleh media milik Arab Saudi dan sekutunya serta negara-negara Barat. Namun  demikian, dalam “laskar Syiah” ini ternyata terdapat lusinan kelompok bersenjata bermazhab Sunni atau Ahlussunah Waljamaah.

Karena itu, sebagaimana disebutkan oleh situs berita Al-Ahed milik Lebanon, Selasa (29/11/2016), tidak benar propadanda banyak media selama ini bahwa kelompok relawan besar Irak itu adalah laskar sektarian Syiah. Sebaliknya, dalam pasukan relawan ini, para pejuang Syiah dan Sunni Irak bahu membahu melawan kelompok teroris takfiri ISIS yang berfaham Salafi/Wahabi.

Al-Hashd al-Shaabi yang didukung penuh oleh Iran sudah dua setengah tahun berjuang menumpas gerombolan teroris ISIS dan andil besar dalam pembebasan berbagai kota dan daerah Irak dari pendudukan ISIS.

Selama berkiprah itu mereka kerap dikabarkan menindas dan bahkan membunuhi warga Sunni di berbagai kawasan yang berhasil mereka bebaskan. Karena itu, tak jarang rezim-rezim dinasti Arab serta Turki dan Barat mengaku cemas setiap kali al-Hashd al-Shaabi beraksi di kawasan yang mayoritas penduduknya bermazhab Sunni.

Di tengah badai fitnah mereka tetap bertekad dan solid berjuang, meskipun fitnah itu menyebabkannya mengalah dalam beberapa kasus, termasuk dalam perang Mosul yang sedang berkobar. Mereka bersedia untuk tidak ikut masuk ke kota Mosul, dan taat kepada keputusan pemerintah dalam masalah ini.

Belakangan ini, kelompok relawan tersebut disahkan sebagai sebuah lembaga militer resmi dalam sebuah undang-undang parlemen yang didukung oleh 170 dari total 208 anggota parlemen Irak.

Beberapa waktu lalu Irak merilis daftar 25 nama kelompok Sunni beserta nama pemimpin masing-masing yang terlibat dalam kelompok relawan al-Hashd al-Shaabi.

Sesuai undang-undang itu, semua komponen relawan yang terlibat dalam al-Hashd al-Shaabi memiliki hak hukum dan diakui sebagai pasukan yang setara dan pendukung pasukan militer Irak serta berhak mempertahankan entitas dan karakteristik masing-masing.  (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL