Tentara Irak menangBaghdad, LiputanIslam.com – Pemimpin pasukan relawan Irak al-Hasdh al-Shaabi, Jabbar al-Maamouri, Senin (30/11), menyatakan kelompok teroris ISIS kehilangan nyawa 73 anggotanya yang berasal dari 17 negara di pegunungan Jibal Makhul, provinsi Salahuddin, selama bulan November 2015. Bersamaan dengan ini, Perdana Menteri Irak Haider Abadi menegaskan negara memiliki pasukan yang cukup untuk memerangi ISIS sehingga tidak perlu mendatangkan pasukan dari luar.

Sebagaimana dilansir al-Sumaria News, Jabbar al-Maamouri mengatakan,“Titik-titik penempatan pasukan keamanan bersama di pegunungan Jibal Makhul, utara Salahuddin, telah mendapat tujuh serangan langsung dari organisasi teroris ISIS sepanjang bulan November ini demi merebut kembali kawasan itu dari tangan pasukan keamanan dan al-Hashd al-Shaabi. Namun serangan-serangan itu gagal berkat kegagah beranian pasukan yang bertugas di sana.”

Dia menambahkan, “Secara global, kerugian jiwa ISIS yang terpantau oleh kami mencapai 73 orang yang berasal dari 17 negara asing dan Arab, sesuai data-data yang ada pada kami. Mereka kebanyakan berasal dari Cechnya dan Afrika Utara… Beberapa tempat aliran air di pegungan Jibal Makhul telah menjadi kuburan massal bagi kawanan bersenjata ISIS yang menderita kerugian besar dalam serangan-serangan terbaru mereka sehingga mayat-mayat mereka tersebar di tempat-tempat yang jauh dari Makhul. ”

Pasukan keamanan dan relawan Irak berhasil membebaskan kawasan pegunungan itu sejak dua bulan lalu melalui operasi militer berskala luas.

Di tempat lain, menurut laporan IRNA, pasukan Irak dalam sebuah operasi militernya berhasil membebaskan sepenuhnya kawasan Hasibah al-Sharqiya di bagian timur provinsi Anbar dari keberadaan teroris takfiri ISIS.
Bersamaan dengan ini, tentara Irak menyebar pemberitahuan kepada penduduk Ramadi supaya berusaha meninggalkan ibu kota Anbar ini secepatnya.

Menurut Associated Press, seruan kepada penduduk ini bisa jadi merupakan pertanda bahwa operasi masif untuk pembebasan Ramadi akan segera dimulai.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Haider Abadi kembali menegaskan bahwa Irak tidak memerlukan keberadaan pasukan asing untuk dapat mengalahkan ISIS. Dia mengingatkan bahwa bantuan yang pasti mendapat sambutan dari Irak adalah bantuan senjata, bukan personil.

Hal itu diungkapkan Abadi sebagai tanggapan atas pernyataan dua senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham dan John McCain yang belum lama ini berkunjung ke Irak mengenai penambahan jumlah tentara AS di Irak dan pendatangan pasukan dari negara-negara lain yang sebagian besar bermazhab Sunni ke Irak.

Abadi menegaskan lagi bahwa pasukan Irak sendiri sudah cukup untuk menumpas ISIS, dan dia optimis seluruh wilayah Irak pada akhirnya akan bebas dari cengkraman teroris.

“Prajurit kami di angkatan bersenjata, polisi, relawan dan pasukan-pasukan adat Irak terus melanjutkan kemenangan dan kemajuannya melawan teroris…. Pemerintah Irak menyambut baik dukungan persenjataan, pelatihan dan bantuan logistik para mitra internasional kepada Baghdad dalam perang melawan terorisme. Namun dari segi personil militer, Irak memiliki cukup pasukan untuk mengalahkan ISIS dan kelompok-kelompok teroris serupa,” ungkap Abadi dalam sebuah keterangan persnya, sebagaimana dilansir Almada Press. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL