Baghdad, LiputanIslam.com – Ketua Majelis Dewan Tinggi Islam Irak yang merupakan partai terbesar di parlemen Negeri 1001 Malam ini, Sayyid Ammar al-Hakim,  menyatakan bahwa setelah ISIS kalah perang di Irak maka tak satupun tentara asing tetap bertahan di Irak, dan tak ada lagi pangkalan militer asing di negara ini.

Dia menegaskan bahwa Baghdad menolak keberadaan pasukan asing barang satu personil di Irak, dan militer yang boleh eksis di Irak hanyalah pasukan Irak sendiri.

“Kedaulatan Irak mengharuskan resistensi ini dan menuntut pembelaan atas integritas negara, dan keyakinan semua pihak bahwa sesaatpun jangan sampai terlintas bayangan bahwa Irak dapat dibelah,” tegasnya.

Dia menerangkan bahwa prioritas Irak pasca ISIS ialah konsentrasi pada sektor-sektor keamanan dan intelijen, karena meskipun ISIS secara kasat mata sudah kalah, namun pada sesungguhnya masih diperlukan waktu yang masih panjang dakam penumpasan kelompok teroris yang menganut faham Wahabisme ini. (mm/alforatnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL