mesir salafi-khawarijKairo, LiputanIslam.com – Universitas al-Azhar di Kairo, ibu kota Mesir, mengingatkan bahaya kelompok-kelompok Islamis di Mesir yang beraksi ala kaum Khawarij di awal-awal periode Islam, yakni berdemonstrasi sambil mengacung-acungkan kitab suci al-Quran.

“Orang yang menyerukan demonstrasi sambil mengacung-acungkan kitab suci adalah orang yang menyerukan kepada pintu neraka jahannam, dan orang yang memenuhi seruan ini akan terjerumus ke dalam jahannam,” kata Penasehat Grand Syeikh al-Azhar Dr. Mohammad Muhanna dalam pernyataan telefon pada acara “al-Hayat al-Youm” di TV al-Hayat, sebagaimana diberitakan al-Dostor, Jumat (21/11).

Dia menjelaskan bahwa mengangkat kitab suci dalam sebuah aksi adalah kekacauan (fitnah) yang pertama kali terjadi pada umat Islam oleh kaum Khawarij. Dia lantas mengutip pernyataan Sayidina Ali bin Abi Thalib ra tentang aksi itu, bahwa tindakan demikian merupakan “sesuatu yang benar (hak), tetapi ditujukan untuk kebatilan”.

Pernyataan ini dikemukakan menyusul adanya kelompok-kelompok Wahhabi/Salafi Mesir yang menyerukan unjuk rasa anti pemerintah sambil mengangkat kitab suci al-Quran pada Jumat 28 November mendatang.

“Seruan Front Salafi untuk berdemonstrasi pada hari Jumat mendatang adalah tipu daya, perdagangan agama, pembangkitan fitnah dan pengkhianatan terhadap tanah air di saat Mesir sedang berperang dalam arti yang sesungguhnya di Sinai,” ungkapnya, sebagaimana dikutip al-Youm al-Sabea. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL