mesir al-azharKairo, LiputanIslam.com – Dr. Ahmad Omar Hashem, anggota Dewan Ulama Senior Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, dan mantan rektor universitas yang sama menilai penutupan Masjid al-Aqsa oleh Israel sebagai salah satu bentuk terorisme Yahudi serta aksi permusuhan terhadap agama, bukan hanya terhadap bangsa Palestina.

“Kita sedang mengalami tragedi dan bencana besar yang ditimpakan terhadap orang-orang merdeka dan mengharuskan para penguasa Muslim untuk berdiri di satu barisan untuk membebaskan Masjid al-Aqsa dari cengkraman rezim pendudukan Yahudi,” ungkapnya, sebagai dilansir Rai al-Youm, Kamis (30/10).

Omar Hashem meminta kepada umat Islam supaya mengabaikan pertikaian satu sama lain dan bersatu melawan Israel yang tak segan-segan menodai hal-hal yang disucikan oleh seluruh umat Islam. Dia menyerukan kepada bangsa-bangsa Muslim agar berhenti melontarkan pernyataan yang saling mencela karena sekarang umat Islam memerlukan tindakan bersama untuk mengatasi kelancangan kaum Zionis.

Sebelumnya, Universitas al-Azhar mengecam keras penutupan Masjid al-Aqsa, menyebutnya sebagai tindakan yang pertama kali dilakukan Israel sejak 1967, dan mengingatkan bahwa tindakan itu dapat menjurus kepala konflik bernuansa agama.

Dalam statemennya yang dirilis Asharq al-Awsat, al-Azhar menegaskan bahwa penutupan Masjid al-Aqsa merupakan langkah agresif yang bertujuan untuk menguasainya. Al-Azhar juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar “turun tangan secepatnya untuk menghentikan tindakan Barbarisme yang dapat memancing konflik bernuansa agama tersebut”.

Seperti diketahui, situasi Palestina memanas setelah Israel mengumumkan penutupan Masjid al-Aqsa untuk sementara waktu dengan alasan demi mengantisipasi gejolak karena situasi sedang gawat. (Baca juga: Palestina Memanas, Israel Dianggap Umumkan Perang)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL