Bashar al-Assad

Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar al-Assad mengakui sistem anti rudal negara ini gagal menghadang dan merontokkan rudal-rudal Tomahawk yang dilesatkan Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah beberapa waktu lalu. Dia beralasan bahwa kegagalan ini terjadi akibat problema teknis dalam sistem radar Suriah.

Dalam wawancara dengan Sputnik milik Rusia, Jumat (21/4/2017), dia menjelaskan, “Sejak krisis melanda Suriah, lebih dari 50 persen sistem pertahanan udara Suriah dihancurkan oleh para teroris, dan dewasa inipun sistem pertahanan udara Suriah masih memiliki problema teknis. Masalah ini menyebabkan kami tidak dapat mencegat dan merontokkan rudal-rudal AS.”

Dia menambahkan, “Banyak warga yang mempertanyakan kondisi sistem pertahanan udara kami maupun sistem pertahanan udara Rusia. Mereka meyakini sistem-sitem ini memiliki kekuatan penuh untuk memusnahkan setiap rudal, tapi ini merupakan persoalan teknis dan rumit.”

Al-Assad mengatakan, “Rudal-rudal kami harus dapat mengidentifikasi sasaran, dan memerluka radar-radar yang menjangkau semua wilayah negara ini, tapi sebagian di antaranya ternyata buta dalam pencakupan radar sehingga ada gangguan dalam pengindentifikasian… Mereka (AS) melesatkan udal-rudal jelajah dari kawasan-kawasan yang buta ini agar tersembunyi dari deteksi radar.”

Dia menjelaskan bahwa para teroris sejak awal telah menyerang sistem pertahanan udara, dan kebanyakan sistem itu berada di luar kota di kawasan terpencil.

Mengenai serangan rudal AS dia mengatakan bahwa AS bertujuan menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah, dan dia mengakui banyak kerugian yang diderita Suriah akibat serangan ini. (mm/irna/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL