Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara dengan harian La Vanguardia terbitan Spanyol mengaku akan mengampanyekan rekonsialisi nasional setelah menang dalam perang melawan terorisme yang, menurutnya, berpangkal pada faham radikal Salafi/Wahabi.

Al-Assad mengatakan bahwa Timteng dewasa ini dapat disimpulkan dalam kalimat “Kamu membunuhku, atau aku membunuhmu.” Dia beralasan bahwa kondisi tragis ini terjadi akibat pengaruh faham Wahabisme yang menolak eksistensi faham-faham lain.

“Wahabisme tidak hanya mencemarkan masyarakat beragama, melainkan juga dapat menyebarluaskan iklim demikian pada banyak bagian masyarakat … Masyarakat ada yang menolaknya dan ada pula yang menerimanya. Dari aspek inlah kami dapat berbicara mengenai perang saudara. Kami sekarang berhak memberantas paradigma ini, menumpas semua kelompok Islamis radikal Wahabis yang memerangi komunitas-komunitas masyarakat lain. Tapi di akhir perang bisa jadi kita akan mendapatkan peta politik yang berbeda,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa budaya kekerasan Wahabisme juga merambah masyarakat Eropa karena para syeikh Wahabi dibiarkan mengembangkan ajaran-ajaran radikalnya, terutama di Perancis sehingga negara ini harus membayar mahal dampak dan akibatnya.

“Banyak pemimpin beringas al-Qaeda, ISIS dan al-Nusra di Suriah berdatangan dari Eropa, bukan dari negara-negara Arab. Memang, para kombatannya banyak yang berasal dari Dunia Arab, tapi sekali lagi saya katakan bahwa para pemimpin mereka umumnya datang dari Eropa,” ungkap al-Assad.

Mengenai kondisi pasca perang, dia mengaku belum memiliki agenda yang jelas karena program yang ada dewasa ini ialah memuluskan dialog intra-Suriah mengenai sistem politik yang mereka kehendaki, apakah presidentil atau parlementer, dan bagaimana bentuk lembaga-lembaga negara yang ada, termasuk angkatan bersenjata.

“Bicara mengenai politik sangatlah penting ketika kita setiap saat terancam terbunuh, prioritas kami pertama ialah menumpas terorisme, setelah itu mengampanyekan rekonsiliasi nasional. Setelah semua ini tercapai baru kita dapat mempelajari persoalan-persoalan lain,” pungkasnya. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL