Beirut, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar al-Assad memastikan bahwa serangan bom kimia di Khan Sheikhoun, provinsi Idlib, “100 persen palsu”.

Pernyataan itu dikemukakan sebagai tangkisan terhadap badai tuduhan negara-negara Barat bahwa Damaskus telah melancarkan serangan kimia ke kota di provinsi yang dikuasai oleh kawanan teroris dan pemberontak di bagian barat laut Suriah tersebut.

Al-Assad yang didukung oleh Rusia dan Iran juga menunjukkan optimisme atas kemenangan tentara Suriah dalam perang melawan teroris dan pemberontak. Dia tidak terpengaruh oleh ancaman Amerika Serikat (AS) maupun serangan rudal yang sudah dilakukan Negeri Paman Sam ini terhadap pangkalan udara Shayrat, provinsi Homs, Suriah, Jumat pekan lalu.

“Penderitaan rakyat Suriah adalah satu-satunya perkara yang membuat saya sulit tidur dari waktu ke waktu, dan sama sekali bukan pernyataan-pernyataan Barat maupun ancaman-ancaman mereka untuk mendukung para teroris,” tegas Assad kepada AFP, Rabu (12/4/2017).

Dia menegaskan lagi bahwa pemerintahannya sama sekali tidak ada kaitannya dengan insiden dugaan serangan bom kimia yang menewaskan sekira 80 orang, termasuk puluhan anak kecil, di Khan Sheikhoun, itu.

Dia menyebut tuduhan bahwa pasukannya sengaja meracun warga sipil ” 100 persen palsu ”, karena  Damaskus telah menyerahkan senjata kimia miliknya sebagai bagian dari perjanjian 2013.

“Kesan kami adalah bahwa Barat, terutama AS, setali tiga uang dengan teroris. Mereka mengarang seluruh cerita agar memiliki dalih untuk serangan itu, “tuturnya. (mm/rayalyoum/independent)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL