Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa pembebasan Raqqah, Suriah utara, dari tangan kelompok teroris ISIS “bukan prioritas” bagi pasukan negara ini, tapi mereka bertekad untuk membebaskan “setiap jengkal” wilayah negara ini.

Seperti dilansir Rai al-Youm, Kamis (16/2/2017), dalam wawancara berbahasa Inggris dengan  media Perancis Europe 1, Channel 1, dan LCI di Damaskus, ibu kota Suriah, al-Assad mengatakan, “Anda dapat menemukan ISIS dekat Damaskus, Anda dapat menemukan mereka di setiap tempat. Setiap tempat di Suriah memiliki prioritas berdasarkan perkembangan perang.”

Dalam wawancara yang dilakukan bersamaan dengan dimulainya lagi perundingan damai pemerintah dan oposisi Suriah dengan pengawasan segi tiga Rusia, Iran dan Turki ini, al-Assad menambahkan, “Mereka (ISIS) sekarang berada di Tadmur (Palmyra) dan bagian timur Suriah. Semuanya sama bagi kami. Raqqah, Tadmur dan Idlib semuanya sama. Sudah menjadi kewajiban setiap pemerintahan untuk pembebasan setiap jengkal wilayahnya.”

Dia menepis keras klaim bahwa pemerintahannya menjalankan praktik penyiksaan, termasuk tuduhan Badan Amnesti Internasional mengenai adanya praktik eksekusi dan berbagai kejahatan lain di Penjara Sednaya dekat Damaskus.

Dia menyebut Badan Amnesti Internasional “kekanakan”,  sama sekali tidak faktual dan tak dapat membuktikan klaimnya bahwa 13,000 orang dihukum cambuk di penjara tersebut dalam kurun waktu antara 2011 dan 2015.

“Mereka mendapat jumlah itu dari para saksi pihak oposisi dan para koordinator mereka sehingga berpihak… Kami tidak melakukannya. Ini bukan kebijakan kami. Untuk apa menyiksa? Untuk mendapatkan informasi? Kami sudah memiliki semua informasi. Jika kami melakukan kejahatan-kejahatan ini maka yang diuntungkan justru pihak teroris. Duduk persoalannya ialah bahwa kami harus mendapat simpati dari rakyat Suriah. Jika kami melakukan kejahatan seperti ini maka tidak mungkin kami mendapat dukungan rakyat selama enam tahun (masa perang) ini, ” katanya.

Lebih jauh dia menegaskan ketidak percayaannya kepada pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Dia menilai pasukan ini mencari-carikan peluang agar kelompok-kelompok teroris tetap eksis dan memerangi pemerintah Suriah .(mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL