presiden suriah bashar assadDamaskus, LiputanIslam.com –   Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan pasukannya akan terus menggempur kawanan bersenjata di Aleppo sampai mereka enyah dari kota ini, atau mereka bersedia keluar dari kota ini berdasarkan kesepakatan rekonsiliasi.  Hal ini dia katakan dalam wawancara eksklusif dengan TV2 Denmark, Kamis (6/10/2016), yang teksnya dilansir oleh kantor berita Suriah, SANA.

Dia mengatakan bahwa pasukan Suriah dan Rusia bertujuan “melanjutkan perang terhadap kawanan bersenjata sampai mereka meninggalkan Aleppo.”

“Mereka harus demikian, tak ada pilihan lain, kami tak sudi menerima kawanan teroris berdominasi di bagian Suriah manapun, kecuali apabila ada opsi lain semisal rekonsiliasi sebagaimana terjadi di kawasan-kawasan lain, dan inilah opsi yang ideal, bukan perang,” katanya.

Menurutnya, rakyat Eropa bukan musuh bagi Suriah, karena ada kesenjangan lebar antara aspirasi rakyat di satu pihak dan kebijakan pemerintah negara-negara Eropa yang membuntuti kebijakan AS di pihak lain.

Mengenai tudingan bahwa pasukan Suriah melakukan kejahatan perang, dia mengatakan, “Saya tidak memungkiri bahwa kesalahan bisa saja dilakukan oleh seseorang… Selalu ada saja kesalahan dalam perang. Saya realistis sekali, tapi anggapan bahwa inilah tujuan kami sebagai pemerintah, bahwa saya menyuruh menghancurkan rumah sakit, atau gedung sekolah, atau pembunuhan warga sipil, maka ini tidak benar karena jelas berbenturan dengan kepentingan kami. Bahkan kalaupun kita abaikan moral, kita tetap tidak akan melakukan hal itu karena berbahaya bagi kami.”

Dia melanjutkan, “Kemudian, seandainya kami memang membunuhi orang-orang Suriah, menghancurkan rumah sakit, melakukan semua kekejian ini lalu kami berhadapan dengan semua kekuatan besar dan kekuatan petrodolar di dunia, lantas bagaimana mungkin saya dapat bertahan sebagai presiden selama enam tahun sejak awal perang ? Saya bukan Superman. Seandainya saya tidak mendapat dukungan (rakyat) maka saya sudah tidak ada di sini. Karena saya mendapat dukungan dan karena kami membela orang-orang Suriah, maka kami mendapat dukungan sebagai Presiden dan pemerintahan.”

Bashar al-Assad menepis klaim adanya kelompok moderat di tengah kawanan bersenjata. Menurutnya, semua kelompok bersenjata yang ada adalah ekstrimis dan teroris.

“Oposisi moderat itu khurafat belaka, karena itu Anda tidak akan bisa mengurai sesuatu yang tak ada wujudnya di luar. Mereka punya dasar yang sama, mereka yang 4-5 tahun lalu menamakan dirinya Pasukan Kebebasan Suriah, kemudian menjadi Jabhat al-Nusra, kemudian menjadi DAESH (ISIS),” terangnya.

Dia kemudian memastikan bahwa Amerika Serikat (AS) memang tidak memiliki kemauan untuk pencapaian kesepakatan apapun di Suriah, dan sejak awal AS sebenarnya sudah mengetahui bahwa kesepakatannya dengan Rusia tidak akan berhasil.

Presiden Suriah lantas menjawab mengapa situasi di Aleppo belakangan ini memburuk.

“Kita mendengar dari media Barat memburuknya situasi di bagian timur Aleppo, ini semata-mata karena kondisi teroris sudah sangat memburuk,” katanya.

Betapapun demikian dia tetap menyayangkan terhentinya perundingan Washington dengan Moskow mengenai Suriah.  Hanya saja, lanjutnya, kesepakatan bergantung kepada kemauan, bukan pembicaraan antara dua negara adidaya ini. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL