DAssad- Sanaamaskus, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan Perancis yang baru saja menjadi korban serangan teror mematikan di Paris tidak mungkin dapat memerangi terorisme selagi masih bersekutu dengan Qatar dan Arab Saudi.

“Selagi masih bersekutu dengan Qatar dan Saudi, Perancis tidak akan bisa berperang melawan terorisme,” katanya dalam wawancara dengan majalah Perancis Valeurs Actuelles, sebagaimana dikutip lembaga pemberitaan Rusia RIA Novosti, Rabu (18/11).

Karena itu, lanjut al-Assad, Suriah tidak akan bekerjasama pertukaran informasi anti teroris dengan Perancis selagi Paris belum bersedia mengubah kebijakan politiknya di Timteng.

Mengenai gelombang serangan teror dahsyat di Paris yang menewaskan sedikitnya 153 orang dan melukai ratusan lainnya, dia mengatakan, “Tragedi teror Paris mengerikan, dan kami sudah berulang kali menegaskan urgensi pembentukan koalisi internasional anti terorisme, dan sekarang langkah-langkah serius harus ditempuh untuk pemberantasan terorisme.”

Dia menilai keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang melawan teroris di Suriah sangat efektif.

Di bagian akhir dia menolak desakan Barat dan negara-negara Arab sekutunya supaya dia mundur dan meletakkan jabatannya sebagai presiden Suriah.

“Kemunduran saya dari jabatan bergantung hanya pada aspirasi dan kehendak rakyat Suriah sendiri. Masalah ini tidak bisa dibahas di konferensi-konferensi internasional, sebab satu-satunya jalan ialah kejelasan mengenai kehendak rakyat Suriah, kotak suara, dan kejelasan tentang ini tidak bisa diperoleh melalui tekanan asing,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL