Damaskus, LiputanIslam.com –  Kantor kepresidenan Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa dalam pertemuan dengan delegasi Persatuan Kerja Tunisia di Damaskus,  Senin (31/7/2017),  al-Assad memastikan bahwa bangsa-bangsa  Arab kini sudah mengatehui realitas di balik aneka peristiwa yang melanda kawasan Timur Tengah.

Al-Assad mengatakan, “Kesadaran dan kebangkitan ini harus menjadi satu motivasi bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat dalam rangka mewujudkan perubahan kondisi negara-negara Arab sesuai kemaslahatan rakyat masing-masing.”

Dia menambahkan, “Untuk mencapai kesamaan persepsi maka basis-basis kerakyataan hendaknya berdialog mengenai berbagai persoalan… Negara-negara kita diincar antara lain karena komitmen dan konsistensi kita kepada jatidiri.”

Mengenai perang yang melanda negaranya, al-Assad mengatakan, “Salah satu faktor utama keberhasilan melampaui tahap kesulitan ini ialah adanya kehendak hidup pada rakyat Suriah, kebersikukuhan seluruh lapisan masyarakat untuk  tetap melanjutkan aktivitas sehari-harinya di tengah maraknya kejahatan kelompok-kelompok teroris dan para pendukungnya, dan kepahlawanan tentara.”

Presiden Suriah menambahkan, “Heroisme di Suriah bukan lagi satu tema tersendiri dan terbatas, melainkan telah berubah menjadi satu perkara yang sudah termasyarakatkan.”

Di pihak lain, delegasi Persatuan Kerja Tunisia menyatakan bahwa negara-negara Barat bermaksud menjadikan Suriah sebagai negara yang bersedia menerima apa saja yang didektekan oleh Barat.

Menurut delegasi ini, membela Suriah tak ubahnya dengan membela semua negara Arab.

“Seandainya konspirasi musuh terhadap Suriah berhasil maka semua kawasan Arab akan kacau balau,” ungkap mereka. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL