20110520002539!Bashar_al-AssadDamaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar al-Assad menanggapi rencana dan obsesi Arab Saudi dan Turki untuk melancarkan intervensi militer di Suriah. Dia mengatakan bahwa rencana itu dinyatakan bukan atas inisiatif mereka sendiri, melainkan sekedar karena ada perintah dari pihak lain yang harus dijalankan oleh keduanya.

“Ketika kita mendiskusi soal kemungkinan masuknya tentara Turki dan Saudi ke Suriah maka sebenarnya kita telah membesarkan mereka lebih dari kapasitas mereka. Tapi yang jelas keduanya tidak memutuskan untuk menyerang Suriah, melainkn sekedar menuruti dan melaksana perintah,” katanya di hadapan para pengacara Suriah di Damakus, ibu kota Suriah, sebagaimana dilansir SANA, Selasa (16/2).

Dia melanjutkan, “Perang Suriah bukanlah perang saudara, melainkan sebuah perang dunia yang bahkan menjangkau Lautan Cina. Apa yang terjadi di Suriah adalah perang dunia yang berlangsung di kawasan Timteng dengan bantuan para antek Barat.”

Menurutnya, Saudi dan Turki sudah sejak dua tahun silam berkeinginan masuk ke Suriah sehingga tak ada yang perlu dicemaskan terkait pernyataan mereka belakangan ini. Tapi kemudian dia melanjutkan bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi karena masa depan dua negara itu memang berkaitan erat dengan kondisi di Suriah.

Dia mengatakan, “Hanya saja, kita harus realistis terutama karena nasib keduanya memang berkorelasi dengan penyelesaian krisis Suriah. Jika krisis ini berakhir maka akan berakhir pula masa depan politik kubu yang bergantung pada Barat ini di kawasan. Barat membantu sayap-sayapnya di kawasan, mengeluarkan instruksi dan kubu itupun harus bertindak sesuai dengan agenda Barat.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL