Doha, LiputanIslam.com –  Laman Al-Araby Al-Jadeed yang berbasis di Qatar menyebut perang Hudaydah sebagai perang Karbala bagi kelompok Houthi (Ansarullah) di Yaman dalam melawan operasi militer bersandi “Kemenangan Emas” yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi sejak 14 Juni lalu.

Menurut laman berbahasa Arab ini, meskipun pasukan koalisi tampaknya mendapat lampu hijau dari PBB dalam serangannya ke Hudaydah yang notabene urat nadi bagi Ansarullah, namun sejauh ini masih sulit diprediksi kapan dan bagaimana perang yang berkecamuk hebat ini akan berakhir.

Kelompok Ansarullah tahu persis bahwa kehilangan kota dan pelabuhan Hudaydah di tahap awal akan berarti keterpisahan kawasan ini dari Yaman utara dan keringnya sumber utama pemenuhan kebutuhan mereka dalam perang di berbagai front, sehingga perang di kawasan ini menjadi sangat determinan bagi masa depan politik kelompok ini.

Al-Araby al-Jadeed melanjutkan bahwa Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) mati-matian mengupayakan kemenangan dalam perang ini, meskipun resikonya adalah melayangnya nyawa banyak warga sipil, sebab berbagai kekuatan adi daya dunia, terutama Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, memandang perang ini sebagai kesempatan bagi mereka untuk dapat menjarah kekayaan lebih besar dari lumbung negara-negara koalisi Arab.

Masyarakat dunia, termasuk Rusia yang semula keberatan terhadap eskalasi di Hudaydah, kini bahkan sependapat mengenai keharusan pelabuhan kota ini terlepas dari Ansarullah, dan ini tak pelak menjadi tekanan hebat bagi Ansarullah agar menerima negosiasi mengenai Hudaydah.  (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*