Foto: Press TV

Mosul, LiputanIslam.com –  Pemimpin besar kelompok teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, dalam pidatonya yang ditujukan kepada para pengikutnya di berbagai kawasan yang dikuasai ISIS, Selasa (28/1/2017), mengakui pihaknya kalah dalam berbagai pertempuran yang terjadi belakangan ini.

Demikian dinyatakan oleh sumber lokal provinsi Nineveh, Irak utara, sembari menyebutkan bahwa al-Baghdadi menyerukan kepada para anggota ISIS supaya “bersembunyi dan kabur” ke daerah-daerah pegunungan.

Sumber itu menambahkan bahwa pidato yang dinamai “Khutbah al-Wida’” (Khutbah Perpisahan) itu  disampaikan kepada orang-orang dekatnya kemudian diteruskan kepada para khatib ISIS untuk menjelaskan perkembangan situasi yang dialami ISIS sehingga para khatib itu mulai berbicara mengenai kekalahan ISIS dalam perang di Nineveh dan berbagai kawasan lain.

Pidato al-Baghdadi itu juga berisi seruan kepada para anggota ISIS agar meledakkan diri apabila dikepung oleh pasukan Irak.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa semua petinggi ISIS yang menjadi anggota Majelis Syura Mujahidin telah kabur dari Nineveh dan Tal Afar ke arah wilayah Suriah, sedangkan para pemimpin terkemuka yang dekat dengan al-Baghdadi bergerak di sekitar perbatasan Irak-Suriah.

Sumber lain di provinsi Nineveh Senin lalu menyatakan Al-Baghdadi memerintahkan penutupan apa yang disebut Dewan Tentara dan Imigran serta memberikan pilihan kepada para anggota ISIS yang berasal dari luar Irak antara pulang ke negara asal atau meledakkan diri untuk memperoleh “72 bidadari”.

Sementara itu, Presiden Irak Fouad Masum dalam wawancara dengan TV al-Iraqia, Selasa, memastikan ISIS sebagai kekuatan militer sudah hampir musnah, namun bukan berarti ancaman teror kelompok ini sudah berakhir karena sel-sel ISIS masih akan aktif berbuat onar dan kejahatan.

Di medan tempur, sebanyak 52 anggota ISIS tewas dan beberapa peralatan tempur serta tempat perakitab bom mereka hancur  terkena gempuran pasukan Irak terhadap ISIS di Mosul barat, Selasa.

Komandan operasi pembebasan Mosul Letjen Abdul Amir Yarallah saat melaporkan hal ini juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang melakukan operasi pembersihan di kawasan al-Jusaq dan al-Thairan yang berhasil dibebaskan dari pendudukan ISIS.

Operasi pembebasan Mosul barat dimulai sesuai instruksi Perdana Menteri Irak Haider Abadi awal pekan lalu dengan melibatkan sekira 100,000 personil.  (mm/raialyoum/alyoum7)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL