Muscat, LiputanIslam.com –  Aktivis Arab Saudi pengguna akun Twitter tersohor “@mujtahidd” menebar informasi heboh mengenai politisasi agama oleh Wakil Putera Mahkota Saudi Pangeran Mohammed Bin Salman bersama sekutunya Putera Mohkota Abu Dhabi Mohammed Bin Zayed dalam konflik dengan Qatar.

Melalui akun itu aktivis yang diduga sebagai salah satu emir Saudi yang beroposisi tersebut mengaku telah mendapatkan informasi dari sumber-sumbernya sendiri “bahwa sejumlah orang dari keluarga al-Sheikh, termasuk satu anggota Majelis Syura, di antara orang-orang yang menolak menandatangani pernyataan anti al-Thani telah dipenjara di ‘peristirahatan’ untuk dipaksa membubuhkan tandatangan.”

Aktivis yang memiliki jutaan follower dan kerap memberikan bocoran informasi yang umumnya dipercaya ini memastikan bahwa Bin Salman gagal memaksa mereka meneken pernyataan itu sehingga mereka lantas dibebaskan untuk kemudian dicapai jalan tengah di mana mereka meneken perjanjian untuk tidak membuat pernyataan di medsos mengenai pendapat mereka.

Mujtahidd menduga bahwa setelah dia menyiarkan bocoran ini anggota Majelis Syura itu akan mendapat tekanan supaya menepis bocoran ini, atau setidaknya akan ada media massa yang membuat keterangan yang mencatut namanya lalu dia dilarang membuat bantahan.

Beberapa waktu lalu para tokoh marga al-Sheikh, termasuk Mufti Besar, di Saudi membuat pernyatan kontroversial yang menepis keterhubungan silsilah Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al-Thani dengan pendiri Wahabisme, Mohammad Bin Abdul Wahhab. (mm/watan)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL