el-sisi and saudis3Sanaa, LiputanIslam.com – Aktivis Saudi pengguna akun Twitter terkenal “Mujtahidd” menyebutkan adanya persoalan serius antara Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di satu pihak dan keluarga al-Saud yang berkuasa di Arab Saudi di pihak lain terkait dengan serangan militer ke Yaman.

Sebagaimana dilaporkan situs berita Yemenat dan Yemen-Press yang berbasis di Yaman, akun Mujtahidd yang memiliki follower sebanyak 1,789,644 akun dan diduga kuat sebagai milik pengeran Saudi yang beroposisi dalam kicauan terbarunya pada Minggu (5/4/2015) mengungkapkan bahwa pemerintah Kairo sedang terlibat aksi pemerasan terhadap pemerintah Riyadh.

“Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah memerintah perang media terhadap keluarga al-Saud setelah mereka menunda penyerahan bantuan tahap terbarunya,” tulis Mujtahidd tanpa menyebutkan apakah bantuan itu berupa dana ataupun barang.

Dia menyebutkan bahwa al-Sisi telah memberitahukan kepada keluarga al-Saud bahwa dia tidak akan mau terlibat lagi dalam serangan ke Yaman kecuali setelah dia menyerahkan bantuan itu serta berjanji untuk memberikan bantuan serupa selanjutnya.

Yaman-Pess menyatakan bahwa kicauan di Twitter oposan Saudi ini memperkuat indikasi bahwa motivasi Mesir di balik keterlibatannya dalam operasi militer bersandi “Badai Mematikan” terhadap Yaman tak lain adalah faktor ekonomi dan bantuan dari Saudi.

Pada kicauan sebelumnya, Mujtahidd menyebutkan bahwa sebagian besar keluarga al-Saud yang berkuasa di Saudi berpihak pada “Bin Nayef” –yaitu Muhammad bin Nayef bin Abdulaziz al-Saud, wakil putera mahkota Saudi-, namun keputusan ada di tangan “Bin Salman”, yakni Menteri Pertahanan Saudi, Mohammad, yang merupakan putera Raja Salman.

Menurut Mujtahidd, Bin Nayef berpendapat bahwa “intervensi” jangan sampai dilakukan sebelum pasukan Pakistan tiba, namun Bin Salman berpendapat bahwa intervensi harus dilakukan “sekarang juga”. Intervensi yang dimaksud ialah serangan darat ke Yaman.

Mujtahidd juga pernah menyebutkan adanya perselisihan antara Bin Salman dan Bin Nayen terkait serangan darat. Menurut Mujtahid, orang pertama terdorong oleh sikap “sembrono dan liar”, sedangkan orang kedua terdorong oleh sikap “hati-hati dan menolak intervensi darat”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL