Gaza, LiputanIslam.com –  Aksi unjuk rasa akbar yang dinamai “Great March of Return” masih berlanjut dengan slogan “kami berlanjut meskipun diblokade” di daerah perbatasan Jalur Gaza-Israel, Jumat (25/5/2018).

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina, Safa, panitia nasional penyelenggara aksi yang menuntut pemulangan seluruh pengungsi Palestina ke kampung halamannya ini menyerukan kepada seluruh anak bangsa Palestina, “laki-laki dan perempuan serta anak-anak kecil untuk berpartisipasi dalam aksi akbar di hari jumat dengan slogan ‘kami berlanjut meskipun diblokade’.”

Panitia meminta warga Palestina di Jalur Gaza keluar sesudah shalat  Asar pada hari Jumat menuju kamp-kamp Al-Awdah (Riturn) di bagian timur Jalur Gaza dekat pagar pembatas wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Selain itu, panitia juga mengimbau warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan al-Quds (Yerussalem) untuk “bangkit melawan pendudukan Israel.”

Panitia menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk kesetiaan kepada darah suci yang telah tumpah di tanah Palestina demi kebaikan bangsa Palestina, serta kesetiaan bagi para seluruh pejuang yang ada, termasuk mereka yang telah bebas dari penjara Israel maupun yang masih tetap mendekam dalam penjara Israel.

Sejak memasuki bulan suci Ramadhan, aksi yang melibatkan lautan massa Palestina itu digelar usai shalat Asar agar tidak terlalu memberatkan warga yang sedang menjalani ibadah puasa. Sedangkan sebelum memasuki bulan Ramadhan, aksi itu dilakukan menjelang dan sesudah shalat Jumat.

Pada Kamis lalu dua lagi warga Palestina gugur karena luka parah yang dideritanya akibat serangan pasukan Zionis Israel terhadap massa Palestina dalam serangkaian aksi tersebut.  Dengan demikian maka jumlah syuhada Palestina dalam aksi yang berlangsung sejak 30 Maret itu kini mencapai 123 orang. Sedangkan korban luka tercatat 13,190 orang dengan kondisi 330 di antaranya parah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*