suriah kobane01Damaskus, LiputanIslam.com – Belakangan ini beredar kabar di sejumlah situs pemberitaan bahwa kota Ain al-Arab yang mayoritas penduduknya bersuku Kurdi di bagian utara Suriah telah jatuh ke tangan pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun demikian, berita ini dibantah oleh berbagai sumber yang ada di kota yang disebut Kobane oleh warga Kurdi itu. Mereka hanya mengakui bahwa posisi ISIS sudah semakin dekat dan jaraknya hanya tinggal sekitar 2 kilometer dari kota yang berada di dekat perbatasan Suriah-Turki itu.

Menurut laporan reporter Fars News Agency (FNA) dari Damaskus, Sabtu (4/10), kepungan ISIS terhadap Ain al-Arab telah memasuki hari ke 18 dan kawanan teroris itu kian gencar menggempurnya. Dalam perkembangan terbaru ISIS telah menembakkan lebih dari 60 peluru mortir ke kota itu dari beberapa desa yang ada di sekitar kota. Serangan itu menjatuhkan korban tewas dan luka dari kalangan sipil.

“ISIS telah memperluas kekuasaannya di bagian utara provinsi Aleppo, dan setelah menguasai kota kecil Halanj di 3 kilometer selatan Kobane dan tempat rekreasi Siran di sebelah barat, kini mereka sudah berada di lokasi yang berjarak 2 kilometer di sebelah timur Kobane walaupun Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPB) dapat menghentikan gerak maju ISIS di arah barat,” ungkap sebuah sumber setempat kepada FNA.

Dia menambahkan bahwa gencarnya serangan ISIS sejak awal membuat banyak penduduk mengungsi dan bergerak ke arah perbatasan Turki sehingga penduduk yang tersisa di dalam kota tinggal kurang dari 10,000 orang, padahal sebelum serangan ISIS di sana terdapat lebih dari 400,000 penduduk.

Menurutnya, sekitar 300,000 ribu penduduk sudah mengungsi ke Turki, sementara 100,000 lainnya mengungsi dan tersebar di berbagai kota dan provinsi Suriah sendiri.

suriah kobane02

Pemandangan kota Ain al-Arab (Kurdi: Kobane)

Sumber lain yang merupakan seorang komandan YPG  dalam wawancara dengan FNA mengaku pihaknya masih terus berjuang mempertahankan kota dan siap menghadapi resiko apapun.

Menanggapi laporan bahwa ISIS sudah masuk ke dalam kota Kobane, dia bersumpah, “Kami akan tidak membiarkan sejengkalpun tanah kota ini jatuh ke tangan ISIS.”

Dia menambahkan, “Dalam dua hari terakhir ini ini puluhan teroris takfiri ISIS tewas dan cidera. Selain itu banyak perlengkapan militer mereka hancur. Selama ini pula banyak penduduk yang bergabung dengan YPG dan siap bertempur demi kota ini.”

FNA juga melaporkan bahwa Jumat kemarin (3/10) beberapa jet tempur F-16 milik Turki telah menggempur posisi-posisi ISIS di beberapa area di sekitar kota Kobane yang menjadi lokasi pertempuran antara ISIS dan milisi Kurdi YPG. Serangan udara itu terjadi sehari setelah parlemen Turki memberi lampu hijau kepada pemerintah Ankara untuk melancarkan intervensi militer di Irak dan Suriah. Namun, belum ada komentar mengenai serangan udara itu dari pemerintah Ankara maupun pemerintah Damaskus. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL