suriah ahrar shamBeirut, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri Ahrar al-Sham yang belum lama ini disanjung oleh Menteri Luar Negeri Qatar Khalid al-Atiyyah sebagai kelompok moderat di Suriah ternyata malah mengumumkan berkoalisi dengan Jabhah al-Nusra yang merupakan cabang jaringan teroris al-Qaeda. Hal ini tak pelak menyingkap belang Qatar dalam menyokong gerombolan teroris di Suriah.

Al-Atiyyah mengakui dukungannya kepada Ahrar al-Sham dengan klaim bahwa kelompok ini merupakan faksi moderat yang berjuang demi kebebasan di Suriah.
“Ahrar al-Sham tidak berkoalisi dengan al-Qaeda,” tegasnya.

Namun, hanya selang beberapa jam setelah al-Atiyyah melontarkan klaim ini, tiba-tiba para gembong Jabhah al-Nusra dan Ahrar al-Sham merilis statemen berisi pengumuman bahwa keduanya sekarang sudah berkoalisi. Karena itu, kata para pengamat, Qatar kini tak dapat lagi menutupi dukungannya kepada kelompok-kelompok teroris takfiri, termasuk mereka diklaim sebagai moderat.

Meski demikian, ada pula pengamat yang mengatakan bahwa pengumuman itu menunjukkan bahwa Qatar selama ini hanya dapat mengendalikan sayap politik Ahrar al-Sham, sedangkan terhadap sayap militernya tidak demikian.

TV al-Manar yang berasis di Lebanon Jumat (23/10, menyebutkan bahwa sejak awal tidak sulit untuk memastikan adanya hubungan Ahrar al-Sham dengan al-Qaeda, sebab rekam jejak para gembong dua kelompok ini menunjukkan bahwa sebagian besar mereka pernah malang melintang di Afghanistan dan Irak, dan pasca perang mereka kembali ke Suriah mendampingi Abu Musab al-Zarqawi, eskstrimis asal Jordania yang sebelumnya telah menggerakkan kamp pelatihan para ekstrimis di Afghanistan.

Menurut al-Manar, semua kelompok teroris pada dasarnya sama dan memiliki satu misi dan visi yang sama, namun memiliki berbagai macam nama dan atribut.

Ahrar al-Sham lebih dulu mengangkat senjata untuk memerangi pemerintah Suriah dibanding kelompok lain yang menamakan dirinya Al-Jaish al-Hurr (Free Syrian Army/FSA). Ahrar al-Shams dideklarasikan pada tahun 2011 dan sudah berulangkali terlibat konfrontasi dengan tentara Suriah serta melakukan beberapa aksi bengis dan brutal, termasuk pembantaian warga Suriah klan Berri ketika kelompok itu memasuki distrik al-Nairab, Aleppo, dan penghancuran makam tokoh sufi dengan dalih pembangunan makam dan ziarah kubur merupakan perbuatan syirik, sama persis dengan alasan kelompok teroris takfiri ISIS ketika menghancurkan peninggalan-peninggalan sejarah serta makam-makam yang dihormati dan diziarahi oleh penduduk . (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL