serdadu isis Arbil, LiputanIslam.com – Kelompok teroris ISIS disinyalir akan memulai babak baru penistaannya terhadap kaum perempuan di provinsi Nineveh di bagian utara Irak. Pasalnya, untuk mengatasi ketidak betahan anggotanya yang berasal dari luar negeri, ISIS menyatakan jangan sampai ada anggotanya yang tidak memiliki pasangan. Dengan demikian, kawin paksa dan “jihad nikah” akan semakin merajalela di kawasan-kawasan yang dikuasai ISIS.

“Al-Baghdadi (pemimpin ISIS) memutuskan demikian setelah ada kasus larinya 17 teroris asal Arab Saudi dari barisan ISIS di Mosul,” ungkap seorang narasumber Kurdi Irak kepada IRNA di Arbil, Senin (10/8).

Dilaporkan pula bahwa untuk memperketat kontrolnya terhadap Mosul, ISIS melarang penggunaan SIM card tanpa izin dari badan keamanan ISIS.

ISIS menguasai Mosul dan beberapa kawasan lain di provinsi Nineveh sejak Juni 2014. Belakangan diberitakan bahwa penduduk setempat berusaha membentuk kelompok-kelompok perlawanan bawah tanah terhadap ISIS. Hal ini antara lain ditandai dengan sering terjadinya kasus-kasus pencoretan dinding dengan slogan-slogan anti ISIS yang dilakukan secara diam-diam oleh penduduk, meskipun ISIS terus memperkatat sistem keamanannya.

Sementara itu, ledakan hebat terjadi di kota Baquba, provinsi Anbar di bagian barat Irak. Reuters dalam berita segeranya beberapa jam lalu menyebutkan terjadi dua ledakan bom yang mengakibatkan sedikitnya 31 orang terbunuh dan lebih dari 80 orang lainnya luka-luka. Hingga berita ini disusun belum ada laporan lebih lanjut mengenai ledakan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL