Iran not accept Geneva I communiqué: FM spokeswomanTeheran, LiputanIslam.com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, menyambut baik penghentian serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman. Dia juga mengingatkan bahwa Iran sejak awal sudah memastikan percuma jalur militer ditempuh di Yaman.

“Sebelum inipun kami sudah menyatakan bahwa krisis Yaman tidak bisa diselesaikan melalui jalur militer,” katanya di Teheran, ibu kota Iran, Selasa malam (21/4), sebagaimana dilansir IRNA.

Dia menambahkan, “Penerapan gencatan senjata dan penghentian pembunuhan terhadap orang-orang yang tak berdosa dan tak berdaya tentu merupakan satu langkah maju.”

Dia berharap bantuan kemanusiaan segera dikirim ke Yaman dan tercipta suasana kondusif bagi dialog antarpartai dan kelompok di Yaman demi membentuk pemerintahan yang inklusif dan melibatkan semua pihak.

“Kami berharap semua pihak dapat membantu memajukan keadaan,” katanya.

Seperti diketahui, Arab Saudi Selasa malam telah mengumumkan penghentian operasi serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman dengan sandi “Badai Mematikan” yang sudah berjalan 27 hari. Dalam pengumuman itu juga dinyatakan bahwa dengan dihentikannya operasi ini maka dimulailah “Operasi Pemulihan Harapan”.

Iran sebagai negara yang pro kelompok Houthi adalah negara yang dituding Saudi dan sekutunya terlibat aksi campurtangan di Yaman, namun Iran menepis keras tuduhan itu. Banyak kalangan menganggap serangan Saudi ke Yaman sebagai perang dinasti al-Saud terhadap Iran menyusul kegagalan agenda-agenda mereka di Suriah, Irak dan Yaman sendiri.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL