فتح مكاتب الاقتراع للانتخابات الرئاسية في افغانستانKabul, Liputan Islam.com – Pemilihan Presiden Afghanistan dimulai hari ini, Sabtu (05/04) dengan pengawalan dan sistem keamanan ekstra ketat di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya serangan dari gerilyawan bersenjata Taliban. Menteri Dalam Negeri Aghanistan Omar Daudzai mengatakan sebanyak 400,000 personil polisi, angkatan bersenjata dan intelijen telah dikerahkan untuk mengamankan jalannya pemilu.

Tempat-tempat pemungutan suara mulai dibuka dan diaktifkan sejak pukul 07.00 waktu setempat, saat di Kabul sedang terjadi hujan lebat. Pemilu ini menarik perhatian dunia karena rakyat Afhanistan akan menentukan untuk pertama kalinya peralihan kekuasaan secara demokratis dalam sejarah negara ini.

Sebanyak 14 juta pemilih hak suara telah terdaftar untuk memberikan suaranya. Pemilu ini akan mengakhiri pemerintahan Presiden Hamid Karzai yang telah memimpin Afghanistan sejak pemerintahan radikal Taliban terguling akibat invasi pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat pada tahun 2001.

Ada tiga ancaman yang mengarah pada pemilu ini. Pertama, serangan dari kelompok militan Taliban yang sejak awal telah bersumpah untuk mengacaukan pemilu. Kedua, praktik manipulasi data suara. Ketiga, boikot dari para pemilik hak suara sebagaimana pernah terjadi dalam jumlah yang sangat besar pada pemilu presiden tahun 2009.

Pemilu ini melibatkan delapan kandidat yang bersaing untuk menggantikan Hamid Karzai. Tiga antaranya ialah mantan menteri dalam pemerintahan Karzai, yaitu Zalmai Rassoul, mantan menteri luar negeri, Ashraf Ghani, ekonom terkenal mantan pejabat World Bank dan mantan menteri keuangan, dan Abdullah Abdullah, yang juga mantan menlu luar negeri serta mantan kandidat presiden yang kalah pemilu tahun 2009.  (mm/alalam/dw/bbc/wikipedia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL