afghanistan floodingKabul, LiputanIslam.com – Bencana banjir kembali melanda Afghanistan mengakibatkan sedikitnya 100 orang tewas dan ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal di distrik Gozargahe Noor, provinsi Baghlan, Jumat malam (6/6/2014).

Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah karena sebanyak 200 orang dikabarkan hilang.

Banjir juga menyebabkan ribuan rumah rusak, beberapa jembatan jebol, dan jalanan hancur tersapu banjir.

Kepala Kepolisian Daerah Baghlan, Aminullah Amarkhel, mengatakan banjir itu melanda empat desa di distrik Guzargahe Nur. Helikopter kesulitan untuk mendarat di lokasi karena tidak ada tanah kering yang memadai untuk landasan.

“Sekarang penduduk memerlukan air minum, obat-obatan dan makanan,” kata Amarkhel, sebagaimana dilansir BBC Sabtu (7/6/2014).

“Ini bencana besar, masyarakat kehilangan segalanya, tanah, ternak, dan mata pencaharian,” lanjutnya.

Otoritas setempat, khususnya di kawasan yang terisolir, meminta pemerintah pusat segera mengirim bantuan darurat.

“Sampai sekarang belum ada yang datang membantu kami. Penduduk sibuk mencari anggota keluarga mereka yang hilang,” ujar kepala kepolisian Guzargahe Nur, Fazel Rahman Rahman, sebagaimana dikutip kantor berita AP.

Dia menambahkan bahwa petugas kewalahan akibat luasnya skala wilayah yang dilanda banjir.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan sudah mengirim dua helikopter ke lokasi.

Badan Penanggulangan Bencana Alam Afghanistan menyatakan di propinsi Baghlan masih ada stok makanan dan kebutuhan lainnya, dan sudah mulai diangkut ke lokasi terdampak bencana.

Bulan Mei lalu ratusan orang tewas akibat tanah longsor yang menimpa sekitar 300 rumah di bagian timur laut provinsi Badakhshan.
April lalu, lebih dari 150 penduduk juga meninggal dunia dan ribuan lainnya mengungsi akibat banjir bandang yang melanda provinsi Faryab, Sare Pol, Jowzjan dan Badghis. (mm/presstv/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL