bendera suriah dan saudiBeirut, LiputanIslam.com – Kepala Dinas Keamanan Nasional Suriah Ali Mamlouk mengadakan kunjungan ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan dengan Putera Mahkota dan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman dengan mediasi Rusia.

Menurut koran al-Akhbar terbitan Lebanon, dalam pertemuan ini kedua pihak telah membahas perselisihan yang ada selama ini antara Suriah dan Saudi, dan Putera Mahkota Saudi menyatakan bahwa aliansi Suriah dengan Iran menjadi problema dalam hubungan Saudi dengan Suriah.

Dalam kunjungan Mohammad bin Salman ke Rusia pada 19 Juli lalu dia mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan membahas persoalan Yaman dan Suriah.

Saat itu Putin sempat mengingatkan bahwa terorisme sedang mendekati Saudi, sementara kondisi angkatan bersenjata Suriah di lapangan terus membaik dan di dunia tidak ada pihak manapun, kecuali Turki dan Saudi, yang beranggapan bahwa pemerintah Suriah akan terguling. Putin lantas menyarankan supaya Saudi sebaiknya justru bekerjasama dengan Suriah dalam penumpasan teroris, dan karena itu dia juga menggagas pertemuan petinggi Saudi dengan petinggi keamanan Suriah.

10 hari kemudian, yakni 29 Juni, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem dan wakilnya serta juru bicara Presiden Suriah mendatangi Moskow dan menemui Putin. Dalam pertemuan ini Putin menggagas koalisi segi empat Suriah, Turki, Yordania dan Saudi. Namun Putin kemudian mendengar tanggapan al-Moallem bahwa koalisi demikian memerlukan adanya mukjizat. Meski demikian dia tetap meminta supaya ide ini disampaikan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dia juga meminta supaya masalah ini hanya diketahui oleh al-Moallem, Asad dan Ali Mamlouk.

Adalah Badan Intelijen Saudi yang bertanggungjawab menjalin kontak dengan Mamlouk. Saudi mengajukan syarat supaya pertemuan dilakukan di Riyadh, dan pihak Damaskuspun tidak menolak syarat ini.

Sepekan kemudian, pesawat Rusia mendarat di bandara Damaskus lalu terbang lagi ke Arab Saudi membawa Mamlouk. Pertemuan kemudian berlangsung dan dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen Saudi Saleh al-Humaidan.

Dalam pertemuan ini pejabat Suraih menyatakan Saudi bertanggungjawab atas gejolak di Suriah, mendanai terorisme dan pemberontakan di Suriah. Mamlouk mempertanyakan mengapa Saudi membuntuti kebijakan Qatar. Dia juga mengenang kerjasama Damaskus-Riyadh yang pernah terjadi di masa lalu, terutama mengenai Lebanon.

Lebih jauh dia memastikan bahwa situasi di Suriah berjalan stabil dan bahwa pasukan pemerintah Suriah terus bergerak maju melawan terorisme dan pemberontakan. Dia meminta Saudi mengubah sikapnya terhadap Suriah.

Di pihak lain, Menteri Pertahanan Saudi mengatakan bahwa problema utama dalam hubungan Riyadh-Damaskus adalah aliansi Suriah dengan Iran. Dia mengklaim Suriah terlampau jauh membuntuti Hizbullah Lebanon dan Iran, dan ini mengecewakan Saudi karena di mata Saudi Hizbullah berambisi menguasai Lebanon dan menjadikannya sebagai pangkalan bagi Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL