palestina abu madyanLondon, LiputanIslam.com –  Farih Abu Madyan, pengacara senior yang juga mantan Menteri Kehakiman Palestina, dalam artikelnya di portal berita Rai al-Youm, Minggu (28/2) menilai Arab Saudi sejak dulu memang selalu memainkan peranan negatif dan dekstruktif di negara-negara Arab lainnya.

“Lebanon dalam usianya yang masih muda sejak Perjanjian Sykes-Picot sampai sekarang menjadi sasaran ambisi Arab Saudi  karena Lebanon dan rakyatnya selalu menjadi model peradaban rekonsialiatif nan mencerahkan di dunia Arab dalam menghadapi kebodohan, Wahabisme, kebekuan dan kedangkalan berpikir, dan dengan ukurannya yang kecil serta keragaman penduduknya Lebanon tidak terlibat dalam konflik umat manakala berkobar pertempuran gerakan pembebasan Arab sedunia pimpinan Gamal Abdul Nasser melawan reaksionerisme yang diwakili oleh Saudi di mana kemudian pengalaman reaksionerisme itu kandas. Sekarangpun kita melihat upaya (Saudi) menciptakan poros Sunni yang melibatkan Israel di dalamnya!,” tulisnya.

Dia melanjutkan, “Lebanon selalu menjadi ibarat sebuah pulau bagi semua orang Arab dengan berbagai pengalaman dan pemikiran masing-masing. Kecuali Lebanon, di dunia Arab kita tidak menemukan negara  yang menerapkan kebebasan berpikir, menulis, mencetak dan memublikasi… Saudi bermaksud menjadikan Lebanon sebagai basis untuk melawan integritas Suriah.”

Menurut Abu Madyan, semua orang masih ingat bahwa Saudi telah membayar Abdul Hamid al-Sarraj supaya meneror Gamal Abdul Nasser dan mengacaukan persatuan Dunia Arab, sebagaimana mereka masih ingat bagaimana tentara Amerika Serikat ditempatkan di Lebanon dengan petrodollar  Saudi, tapi rakyat Lebanon resisten terhadap sepak terjang para pemimpin Saudi untuk mengasingkan Lebanon dari dunia Arab.

Selanjutnya dia mengapresiasi perjuangan Hizbullah melawan Israel dan menyokong perjuangan rakyat Palestina sehingga, menurutnya, menjadi pemandangan yang menyakitkan bagi Saudi yang lantas kalap hingga menebar sektarianisme di Lebanon, Irak dan Suriah.

Abu Madyan kemudian menyebutkan, “Saudi bermaksud menyempurnakan rencana syaitan dengan memecah belah umat dan mempersembahkannya di atas talam emas kepada Israel. Sudah satu tahun Saudi melancarkan perang langsung terhadap Yaman. Tujuan perang ini ialah mengembalikan Yaman kepada jaman batu, tapi saya yakin, wahai Saudara Arab, bahwa badai akan datang dan usia Saudi sudah memasuki hitungan mundur.”

Di bagian akhir dia berdoa, “Lebanon akan tetap eksis untuk semua Arab. Kita berdoa supaya Allah mengandaskan angan-angan mereka untuk menghancurkan Suriah, Irak dan Yaman dengan cara menciptakan ISIS dan al-Nusra. Kita semua menantikan tenggelamnya konspirasi ini.”  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL