abdollahianTeheran, LiputanIslam.com – Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Urusan Arab dan Afrika Hossein Amir Abdollahian menyatakanbahwa hubungan Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, dengan Republik Islam Iran tetap erat dan terus meningkat meskipun kedua pihak berselisih dalam masalah Suriah.

“Hamas terus mengalami kemajuan di front perlawanan dan aktif pula di kancah politik. Meskipun berselisih dengan Hamas terkait Suriah, namun kami tetap berkeyakinan bahwa masalah Palestina adalah yang isu paling krusial bagi Dunia Islam. Karena itu, kami tidak memperkenankan isu Suriah mempengaruhi hubungan kami dengan kelompok-kelompok pejuang di Palestina,” tutur Abdollahian dalam wawancara dengan harian al-Akhbar, sebagaimana dikutip FNA Kamis (31/7).

Menurutnya, gencatan senjata permanen Palestina-Israel tidak bisa tanpa syarat, melainkan harus mengindahkan hak-hak bangsa Palestina yang selama ini dinistakan oleh kaum Zionis Israel.

“Prakarsa gencatan senjata Mesir harus fokus hak bangsa Palestina, dan kami siap berunding dengan pihak Mesir mengenai penghentian kejahatan Israel dan penghentian blokade Gaza,” ujar Abdollahian.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani menegaskan bahwa bangsa Iran sangat peduli dan prihatin atas apa yang terjadi di Jalur Gaza, dan karena itu mereka siap berjihad dengan harta dan bahkan jiwa dan raganya.

“Rakyat Palestina solid dalam menghadapi aksi rezim Zionis, dan rakyat Iranpun merasa bertanggungjawab di depan rakyat Palestina sehingga ingin berjihad dengan harta dan jiwanya,” kata Larijani dalam sebuah acara peringatan mengenang 88 syuhada Iran di Mazandaran, Kamis (31/7), sebagaimana dilansir FNA. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL