Beirut, LiputanIslam.com – Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Otoritas Palestina dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) konsisten kepada sikapnya mengenai masalah pemindahan kedutaan AS ke al-Quds (Yerusalem) dan pembekuan perundingan damai dengan Israel konsisten.

Dalam pertemuan dengan sejumlah intelektual Mesir, Jumat (4/1/2019), Abbas mengaku bahwa pada pertemuan terakhirnya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dia mengatakan kepada Trump, “Negara kami berada di perbatasan 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Saya meminta Trump untuk menjadi mediator antara Palestina dan Israel, tetapi dua minggu kemudian saya terkejut dia mengumumkan pemindahan kedutaan besar itu  ke al-Quds.”

Dia menambahkan: “Sejak itu, kami memboikot AS, mensyaratkan penarikan keputusan pemindahaan kedutaan besar itu, menarik diri dari UNRWA, dan menuntut penjelasan sikap mereka mengenai permukiman.”

Abbas juga menegaskan, “Pemimpin Palestina telah meminta semua warga Palestina untuk memboikot AS di manapun. Apa yang sedang diterapkan sekarang adalah Deklarasi Balfour, pemerintahan otonomi di Tepi Barat, dan Gazapun memiliki hak bahkan untuk kekaisaran.”

Abbas mengaku, “tidak akan membiarkan penerapan Deklarasi Balfour di bawah pengawasan AS dan teken Inggris.”

Mengenai Israel, Abbas merujuk pada keputusan pemimpin Palestina untuk tidak membiarkan berlanjutnya kelancangan Israel terhadap situs-situs suci dan tanah, serta menekankan tekad untuk mengakhiri hubungan dengannya sejak perjanjian Oslo.”

“Kami akan mengambil langkah-langkah lain dan kami tidak akan berhenti. Kami telah membatalkan perjanjian ekonomi Paris dengan mereka. Sekarang ada ketegangan besar dengan Israel. Al-Qus adalah milik Palestina dan akan tetap ada. Pemerintahan otonomi tak dapat diterima. Semua resolusi Dewan Keamanan belum dilaksanakan.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*