NewYork, LiputanIslam.com –  Ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang berkunjung ke New York, Amerika Serikat (AS), untuk mengikuti sidang ke-73 Majelis Umum PBB dalam pertemuan dengan warga Palestina di AS menyatakan Palestina sekarang berada dalam situasi tersulit.

“Masalah Palestina sekarang berada dalam situasi tersulit, namun kami tidak akan berputus asa. Kami akan tetap resisten sampai terwujudnya cita-cita pendirian negara merdeka Palestina dengan al-Quds sebagai ibu kotanya,” ungkap Abbas, seperti dilansir kantor berita Palestina, Samaa, Rabu (26/9/2018).

Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump dengan melakukan tindakan-tindakan semisal mengakui al-Quds sebagai ibu kota Israel, memindah Kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke al-Quds, menghapus masalah pengungsi Palestina dari agenda perundingan, dan menghentikannya bantuannya kepada UNRWA telah membuat Trump keluar dari penengah proses perdamaian, dan karena itu harus digelar konferensi internasional mengenai perdamaian ini agar diambil tindakan internasional untuk pengawasan atas proses perdamaian.

Dia menambahkan, “Tindakan-tindakan berbahaya dari Tel Aviv, termasuk pembangunan permukiman Zionis dan kelanjutan agresinya terhadap Palestina tak boleh didiamkan lagi, dan berbagai upaya di semua tahapan untuk mendukung bangsa Palestina dan hak-haknya akan tetap berlanjut.”

Mahmoud Abbas juga mengingatkan masalah Masjid al-Aqsa dan Khan al-Ahmar, sebuah desa yang hendak dihancurkan oleh Israel.

Dia juga menyinggung upaya rekonsiliasi nasional Palestina dan menekankan upaya otoritas Palestina untuk mewujudkan persatuan Palestina demi melawan bahaya yang mengancam bangsa ini. (mm/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*