Palestinian authority President Mahmoud AbbasRamallah, LiputanIslam.com – Pemimpin otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyerukan kepada masyarakat dunia supaya mendukung permohonan pihak Palestina untuk penetapan tenggat waktu pendirian negara merdeka Palestina.

“Untuk mengembalikan proses perdamaian kepada jalurnya yang benar, masyarakat dunia harus mendukung permohonan Palestina untuk penetapan tenggat waktu yang jelas untuk pembentukan negara Palestina, apalagi permohonan ini mencantumkan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai diterimanya Palestina sebagai negara pemerhati,” ungkap Abbas dalam pertemuan delegasi Komisi Pusat Partai Demokrasi Arab di Ramallah, Rabu (29/10), sebagaimana dikutip DPA.

Dia menjelaskan bahwa izin pendirian negara merdeka Palestina telah didapat di Majelis Umum PBB pada 29 November 2012, dan rencananya Dewan Keamanan PBB bulan depan akan menggelar sidang mengenai permohonan tersebut.

Abbas mengeluhkan kebersikerasan Israel melanjutkan pembangunan permukiman Yahudi.

“Problema utama kami ialah kebersikukuhan rezim Zionis Israel untuk melanjutkan proyek pembangunan permukiman baru dan penempatan warga Zionis sebagai ganti penduduk Palestina. Tindakan ini menyalahi konvensi Genewa dan Piagam PBB,” ungkapnya.

Lebih jauh dia mengecam penodaan Israel terhadap kesucian Islam dan Kristen, terutama upaya rezim zionis itu untuk pembagian waktu dan tempat di Masjid al-Aqsha, sebagian untuk umat Islam dan sebagian lain untuk warga Yahudi.

Senin lalu (27/10) kabinet Israel menyetujui pembangunan sekitar 400 unit permukiman di kawasan Jabal Abu Ghunaim dan pembuat 600 unit permukiman lainnya di Baitul Maqdis timur.

Tindakan Israel tersebut juga mendapat kecaman dari Jeffrey D. Feltman, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik. Dalam sidang Dewan Keamanan PBB Rabu kemarin dia mengatakan bahwa keputusan Israel untuk mempercepat pembangunan 1,000 unit permukiman baru di Baitul Maqdis menimbulkan keraguan besar terhadap komitmen Israel kepada perdamaian dengan Palestina.

“Program-program baru Israel ini kembali menimbulkan keraguan serius mengenai komitmen Israel untuk mencapai perdamaian yang kokoh dengan Palestina, sebab pembangunan rumah-rumah baru itu mengancam kemungkinan terbentuknya pemerintahan mendatang Palestina,” ujarnya, sebagaimana dilansir Reuters.Dia juga mengingatkan bahwa keputusan Israel dapat membangkitkan kekerasan baru.

Wakil otoritas Palestina di PBB Riyadh Mansour mengatakan bahwa tindakan itu bertujuan memusnahkan pemerintahan mendatang Palestina.

“al-Quds (Baitul Maqdis) dalam posisi terkepung, dan tindakan provokatif Israel di tempat-tempat suci seperti Masjid al-Aqsha menjadi ancaman akan adanya siklus kekerasan baru,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL