NewYork, LiputanIslam.com –  Ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa kota al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) bukan untuk dijual, dan hak bangsa Palestinapun bukan untuk dipertawarkan.

Hal itu diungkapkan oleh Abbas dalam pidatonya pada sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (27/9/2018).

Dia menuding Presiden AS Donald Trump telah menghancurkan upaya perdamaian yang mengacu pada solusi dua negara, setelah sebelumnya Trump pada pertemuan yang sama menyatakan akan mengungkap rencana perdamaian baru di Timur Tengah.

“Pemerintahan (AS) ini telah keluar dari semua komitmen AS sebelumnya, menghancurkan solusi dua negara, dan mengungkap pengakuan-pengakuan dustanya mengenai kepeduliannya kepada kondisi kemanusiaan bangsa Palestina,” ujar Abbas.

Dia menambahkan bahwa Palestina menolak AS sebagai satu-satunya mediator proses perdamaian Timteng karena jelas-jelas berpihak kepada Israel.

Dia kemudian menegaskan bahwa Al-Quds tidak untuk diperjual belikan, dan Palestina menolak undang-undang rasisme yang ditetap oleh parlemen Knesset Israel.

“Al-Quds tidak untuk dijual, dan hak bangsa Palestinapun tidak untuk dipertawarkan… Ibu kota kami adalah al-Quds Timur, bukan di al-Quds Timur… Saya menyerukan kepada negara-negara yang tidak mengakui negara Palestina agar segera mengakuinya,” seru Abbas.

Dia juga mengingatkan bahwa Israel tidak menerapkan satupun di antara 705 resolusi Majelis Umum PBB dan 86 resolusi Dewan Keamanan PBB. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*