Baghdad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Irak Haider Abadi mengungkapkan harapannya untuk dapat menyuburkan perdamaian di Irak “setelah kekalahan ISIS dan para separatis Kurdi.”

“Kami berusaha membersihkan kawasan al-Badiyah dari anasir teroris ISIS hingga ke perbatasan dengan Suriah… Pasukan Irak memerangi ISIS sejak tiga tahun silam, yakni sejak anasirnya mulai mengancam Baghdad,” ungkap Abadi dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Inggris Independent yang dilansir Selasa (31/10/2017).

Independent menyebutkan bahwa kini Abadi terpuji di mata rakyat Irak setelah setelah dia berhasil mencetak dua kemenangan dalam empat bulan terakhir, padahal para lawan politiknya semula menyebutnya sosok yang “ragu dan lemah”. Kemenangan pertama ialah membebaskan Mosul dari pendudukan ISIS, dan kemenangan kedua ialah membebaskan Kirkuk hanya dalam operasi beberapa jam tanpa perlawanan dari pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, pada pertengahan bulan Oktober ini.

Haider Abadi, 65 tahun, yang pernah hidup di pengasingan di Inggris selama 20 tahun dan meraih gelar doktor di bidang electronic engineering dari Universitas Manchester, mengaku gembira atas minimnya korban yang jatuh dalam peristiwa serangan pasukan Irak ke wilayah sengketanya dengan Kurdi yang membentang dari perbatasan Suriah di barat hingga perbatasan Iran di timur.

“Saya sudah memerintah kepada pasukan khusus supaya menghindari pertumpahan darahkarena perang antara pasukan Irak dan Peshmerga akan mempersulit rekonsiliasi antara Kurdi dan pemerintah,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Semua perbatasan Irak di dalam dan luar Irak tanpa kecuali harus tetap berada di bawah kekuasan pemerintah Irak… Hal ini menjamin jalur pipa minyak Kurdi yang mencapai Turki di Stasiun Qiyas di Faysh Khabur, Laut Tengah.”

Abadi mengaku menginginkan supaya Peshmerga menjadi bagian dari pasukan pemerintah Irak atau pasukan lokal.

Dia menilai sesuatu yang korup pada barisan pasukan Peshmergaa sehingga gagal mempertahankan perbatasan Kurdistan di depan serangan ISIS pada tahun 2014 segingga meminta bantuan dari Amerika Serikat dan Iran. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL