mobil isis hancurmobil isis dibomBaghdad, LiputanIslam.com – Tak kurang dari 85 anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas diterjang operasi militer pasukan Irak dalam 24 jam lalu. Demikian dilaporkan Alarabiya, Senin (11/1), berdasarkan laporan Media War Irak. Sedangkan laporan lain menyebutkan sebanyak 50 keluarga ISIS kabur dari Mosul, Irak utara, menuju kota Raqqah, Suriah.

Disebutkan pula bahwa dalam operasi tersebut sebanyak 117 bom yang dipasang di jalanan berhasil ditangani dan bendera Irak dikibarkan di fakultas pertanian khusus puteri di Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, Irak barat.

31 teroris di antaranya terbunuh dari fakultas tersebut ketika mereka berusaha menyusup ke beberapa posisi kelompok-kelompok pasukan kontra-terorisme Irak.

Pasukan kontra-terorisme terus melakukan penyisiran di Ramadi. Mereka berhasil menjinakkan 70 bom yang dipasang di jalanan dan meledakkan dan 12 lainnya.

Di sisi lain, jet tempur pasukan koalisi internasional juga menggelar operasi. Mereka berhasil menghabisi lima teroris, menghancurkan tiga kubu pertahanan, jalur suplai, satu unit tank dan senjata berat, satu bengkel tempat perakitan bom, dan satu senjata anti tank SPG-9.

Pasukan keamanan Irak juga bergerak dan berhasil menghabisi enam teroris, mengatasi 25 bom jalanan, menghancurkan enam tempat pengintaian di Fallujah, dan membunuh 16 teroris dan menghancurkan dua unit tank di kawasan Tharthar.

Di Zagharid, barat Baghdad, enam teroris juga menemui ajalanya, sementara beberapa senjata dan perlengkapan perang mereka hancur dalam kontak senjata dengan pasukan Irak.

Serangan udara juga memorak porandakan posisi-posisi ISIS di beberapa kawasan lain, yaitu Tel Afar, Mosul, Shurkat, Barwanah, dan Khalediyah, mengakibatkan 18 teroris tewas.

Laporan lain dari DPA menyebutkan keterangan petinggi militer Irak bahwa sebanyak 50 keluarga anggota ISIS kabur dari kota Mosul menuju kota Raqqah, Suriah, yang menjadi markas besar ISIS.

“Beberapa bus besar dengan nomor plat Raqqah, Suriah, telah membawa penumpang yang hanya terdiri atas keluarga-keluarga anggota ISIS saja. Mereka berangkat dari distrik Biaj, Tel Afar dan Ayadhiyah,” ungkap Brigjen Danun al-Sabawi.

Dia menjelaskan bahwa evakuasi para keluarga teroris ISIS itu dilakukan secara diam-diam menyusul intensitas operasi serangan udara pasukan koalisi yang telah menyebabkan banyak keluarga para anggota ISIS terbunuh.

“Mereka yang kabur hanyalah orang-orang perempuan dan anak-anak kecil atas perintah dewan al-Hisbah yang bernaung di bawah ISIS. Mereka berangkat dengan pengawasan ketat dari para komandan senior ISIS di barat Mosul,” pungkasnya.

Para pengamat militer dan keamanan menyatakan mental ISIS sudah bangkrut menyusul pembebasan kota Ramadi oleh pasukan Irak. Di pihak lain, pasukan Irak semakin bergelora semangatnya dalam melanjutkan perjuangan menumpas gerombolan teroris. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL