pasukan irak01Baghdad, LiputanIslam.com – Sebanyak 80-an lagi anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas di Irak dalam pertempuran di provinsi Salahuddin dan provinsi Diyala, Selasa kemarin (14/10). Namun demikian, sedikitnya 24 orang Irak tewas, satu di antaranya anggota parlemen negara ini, terkena ledakan bom mobil yang dikendarai teroris di kota Kadhimiyah.

Di provinsi Salahudin, menurut keterangan komandan Operasi Salahudin Brigjen Abdul Wahab al-Saidi yang dikutip al-Youm al-Sabea, kawanan teroris ISIS kemarin mencoba menyerang kilang minyak Baiji namun berhasil digagalkan dan sebanyak 42 orang di antara mereka tewas.

“Pasukan keamanan yang bertanggungjawab menjaga kilang minyak Baiji berhasil menggagalkan upaya para teroris menyerbu kilang minyak ini, dan sebanyak 24 teroris tewas,” katanya sembari menyebutkan bahwa satu di antara teroris yang tewas adalah hakim ISIS di Baiji bernama Abu al-Khitab al-Iraqi.

Dia menambahkan dalam peristiwa lain sejumlah jet tempur Irak telah menggempur beberapa posisi ISIS dan membunuh 18 teroris di kawasan Albu Jawari dekat kilang minyak Baiji.

Masih di provinsi Salahudin, 20-an anggota ISIS tewas di tangan pasukan relawan yang berhasil membebaskan tiga kawasan di selatan Tikrit.

Di provinsi Diyala, 22 teroris, dua di antaranya komandan ISIS yang masing-masing berkewarganegaraan Suriah dan Libya, tewas diterjang operasi pasukan Irak di utara kota Baquba.

“Pasukan keamanan, terutama dari pihak kepolisian, hari ini telah menyerbu wilayah sekitar desa Hanbar di utara distrik al-Miqdadiya, 35 km timur Baquba, dan berhasil membunuh 22 kawanan teroris ISIS, dua di antaranya Abu Aishah al-Libi dan Abu Abdillah al-Saudi yang sama-sama merupakan komandan senior ISIS,” ungkap kepala kepolisian provinsi Diyala Letjen Jamil al-Shamri kepada al-Sumaria Selasa kemarin.

Sementara itu, sumber kepolisian Irak kepada al-Sumaria mengatakan bahwa sedikitnya 24 orang Irak tewas, satu antaranya anggota parlemen Ahmad al-Khafaji yang berasal dari kelompok Badar, sementara 54 lainnya menderita luka-luka terkena ledakan bom mobil yang dikemudikan oleh seorang teroris di pos pemeriksaan di gerbang utara kota Kadhimiah di utara Baghdad, Selasa sore kemarin.

Perdana Menteri Irak Heider Abadi menyatakan bahwa masyarakat internasional masih belum menunaikan tanggungjawabnya di depan bahaya terorisme.

“Masyarakat dunia semestinya bertindak lebih serius dalam memerangi teroris. Masyarakat dunia belum menunaikan tanggungjawabnya di depan bahaya organisasi-organisasi teroris,” ungkapnya, sebagaimana dilansir FNA. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL