Iraq pejuang perempuanBaghdad, LiputanIslam.com – Sedikitnya 79 militan tewas dalam pertempuran dengan pasukan Irak di berbagai kawasan negara ini sepanjang Ahad (23/6/2014). Di hari yang sama seorang ibu yang bekerja sebagai penasehat gubernur provinsi Salah al-Din terbunuh ketika dia ikut mengangkat senjata bersama pasukan relawan lainnya melawan militan pengacau keamanan.

TV al-Iraqiyyah melaporkan sebanyak 30 militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas dan tiga mobil pengangkut personil mereka terbakar digempur pasukan Irak dari Divisi Reaksi Cepat I di kawasan al-Bu Shijil di selatan kota Fallujah.

Sedangkan di provinsi Salah al-Din, menurut pernyataan Juru Bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Mayjen Qassim Atta, yang dilansir al-Sumaria, sebanyak 42 teroris terbunuh dan 13 unit kendaraan mereka hancur dalam pertempuran dengan tentara Irak di distrik al-Dour dan al-Bu Ajil. Dia menambahkan satu-satuan militer Irak sengaja ditarik dari beberapa lokasi konflik dengan tujuan mengonsolidasikan pasukan dan menyiapkan operasi pembebasan.

Sementara itu, pihak kepolisian provinsi Salah al-Din menyatakan empat polisi Irak tewas dan satu lainnya cidera terkena serangan militan bersenjata terhadap konvoi pasukan dari Resimen 1 Komando Operasi Samarra di kota Samarra.

Selain itu, dilaporkan pula seorang ibu yang menjabat sebagai penasehat gubernur provinsi Salah al-Din tewas dalam sebuah pertempuran. Ibu bernama Umayyah Naji Jabarah al-Jibouri itu ikut mengangkat senjata bersama relawan lainnya dan bertempur melawan militan ISIS dalam sebuah kontak senjata yang juga menewaskan tujuh militan di bagian timur kota Tikrit.

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menyatakan takziyah atau belasungkawa atas kematian Umayyah al-Jibouri dan menyebutnya sebagai pejuang perempuan yang gagah berani. Dalam pertempuran itu, selain tujuh militan ISIS tewas, beberapa kendaraan mereka juga berhasil direbut oleh pasukan rakyat yang melawan mereka bersama Umayyah al-Jibouri.

Di provinsi Diyala, sebuah sumber kepolisian setempat menyatakan bahwa militan ISIS telah membakar enam unit rumah milik sejumlah tokoh dan pimpinan kelompok militan al-Jaish al-Islam dan kelompok Naqsyabandiyah di sejumlah lokasi yang berbeda. Rumah-rumah itu dibakar karena para pemiliknya dianggap telah berkhianat. ISIS menebar ancaman akan menghabisi siapapun yang mencoba menghalangi dan mengkhianati kelompok ini.

Laporan lain dari anggota Dewan Kota Kirkuk menyebutkan bahwa militan ISIS telah menggantung mayat seorang perempuan di sebuah tiang listrik dan membiarkannya selama tiga hari di desa Bashir di selatan kota Kirkuk. Pejabat itu juga menyatakan ISIS telah menebar aksi kejahatan kemanusiaan di empat desa di sekitar kota Tuz Khormato. Mereka membunuhi penduduk, termasuk perempuan dan anak kecil, menjarah harta benda dan membakar rumah-rumah di desa-desa tersebut.

Seperti diketahui, situasi keamanan di Irak membara menyusul serbuan militan ISISI terhadap Mosul, provinsi Ninawa, 10 Juni lalu. Kota ini bersama seluruh wilayah provinsi itu serta beberapa kawasan di provinsi Salah al-Din, Kirkuk dan beberapa daerah lain sempat jatuh sepenuhnya ke tangan ISIS. Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengumumkan status siaga penuh, ratusan ribu penduduk mengungsi, para ulama dari semua mazhab menyerukan fatwa jihad melawan ISIS, dan tentara Irak bersama ribuan relawanpun bangkit untuk menumpas ISIS. Hingga kini tentara Irak dan ribuan relawan terus beroperasi untuk membebaskan beberapa kawasan yang masih dikuasai ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL