Damaskus, LiputanIslam.com –  Pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah menyatakan sebanyak 76 warga sipil telah dievakuasi dari Ghouta Timur, provinsi Damaskus, melalui jalur khusus kemanusiaan, Senin (12/3/2018).

Kepala pusat yang bernaung di bawah Kemhan Rusia dan berkedudukan di Pangkalan Hmeimem, provinsi Latakia, Suriah, tersebut, Mayjen Yuri Yevtushenko, menjelaskan bahwa 76 orang yang terdiri atas 17 kepala keluarga dan 49 di antaranya anak kecil telah dievakuasi ke pusat penampungan sementara al-Dowair dekat jalur al-Wafideen.

Pusat rekonsiliasi Rusia untuk Suriah juga menyebutkan bahwa kawanan bersenjata melarang warga sipil meninggalkan kawasan Ghouta Timur sehingga menambahkemarahan pendudukan dan mendorong mereka keluar ke jalanan untuk menandai aksi protes terhadap pemasungan atas hak mereka.

Penduduk Kfar Batna kembali menggelar unjuk rasa, Senin, mengecam kawanan bersenjata dan mendukung tentara Suriah. Sebanyak lebih dari 3000 massa menuntut kawanan bersenjata keluar dari Kfar  Batna dan tidak mengganggu orang yang mengakses jalur Jasreen – Mleiha.

“Namun, ketika penduduk hendak mendatangi jalur itu kawanan bersenjata melepaskan tembakan ke arah mereka hingga menewaskan lima orang, berdasarkan informasi yang ada, dan jalur itu masih lumpuh,” lanjut Yevtushenko.

Dia menjelaskan bahwa kondisi di Ghouta Timur sangat genting, dan kawanan bersenjata telah menembakkan 30 mortir ke Damaskus, ibu kota Suriah, dan sekitarnya selama hari Minggu lalu hingga menewaskan tiga warga sipil dan melukai 22 lainnya.

Meski demikian pusat rekonsiliasi tersebut mencatat adanya penurunan intensitas pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dalam beberapa hari terakhir di provinsi Idlib, Latakia, dan Daraa. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*