AppleMark

Damaskus, LiputanIslam.com – Tak kurang dari 55 kelompok suku di provinsi Aleppo, Suriah utara, mendeklarasikan dukungannya kepada Pasukan Arab Suriah (SAA) dalam penumpasan terorisme dan perlawanan terhadap keberadaan pasukan asing Turki, Amerika Serikat (AS), dan Perancis di Suriah.

Kantor berita Suriah, SANA, Sabtu (7/7/2018), melaporkan bahwa sebuah pertemuan bertema “Menolak Intervensi AS, Perancis, dan Turki di Suriah” telah diselenggarakan dan dihadiri oleh 55 kelompok adat dan suku di provinsi Idlib, dan dalam pertemuan ini mereka menegaskan bahwa mereka berada di satu barisan dengan SAA dalam perang melawan terorisme dan intervensi asing.

Mereka menegaskan, “Suku-suku Arab dan Kurdi di Aleppo berada sekubu dengan SAA di bawah komando Presiden Bashar Assad untuk melawan agresi Turki dan para pendukungnya, teruama AS, Perancis dan negara-negara Barat lainnya, dan untuk menumpas kelompok-kelompok teroris sampai semua pasukan ilegal terusir dari wilayah Republik Arab Suriah.”

Naviran Mohammad, utusan Kurdi Aleppo dan sekitarnya, menegaskan penolakannya segala bentuk upaya intervensi terhadap urusan internal suriah, sementara beberapa tokoh nasional Kurdi lainnya juga menentang segala upaya untuk memecah belah negara kesatuan Suriah.

Syekh Mohammad Khair Diyab al-Mashi, kepala suku al-Bubna, menegaskan pihaknya “menolak segala bentuk agresi terhadap Suriah, dan orang-orang Suriah akan terus bersatu bersama para pejuang Arab Suriah dalam membela negeri dan melawan siapapun yang berusaha mencampuri urusan internal mereka.”

Senada dengan ini, Syeikh Qadour Abdul Razzaq, kepala suku al-Bikarah, menyatakan pihak menolak eksistensi pasukan AS, Perancis, dan Turki di wilayah Suriah. Dia juga memastikan bahwa suku-suku Arab dan Kurdi di Suriah bersatu mempertahankan integritas Suriah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*