serangan rusia di suriah04Moskow, LiputanIslam.com – Kementerian Pertananan (Kemhan) Rusia Senin (13/10) mengumumkan bahwa dalam serangan udara terbaru negara ini di Suriah sebanyak 53 pangkalan militer ISIS hancur dan kelompok teroris inipun menderita kerugian jiwa dan materi dalam jumlah besar akibat gempuran jet tempur Sukhoi dalam 24 jam sebelumnya.

“Jet-jet tempur Rusia terus membombardir kelompok teroris ISIS di Suriah dan menyebabkan kehancuran pada posisi-posisi kelompok ini di provinsi Homs, Hamah, Latakia dan Idlib,” bunyi statemen Kemhan Rusia, sebagaimana dilansir IRNA.

Disebutkan pula bahwa penerbangan dan operasi pengintaian posisi ISIS terus dilakukan siang malam. Sesuai data yang dihasilkan dari pengintaian ini semua sasaran telah hancur total, dan perencanaan masih dilakukan untuk operasi selanjutnya.

Markas besar untuk pengiriman pasukan teroris dari kawasan Salman diprovinsi Latakia ke basis-basis bawah tanah dan gudang-gudang senjata telah diratakan dengan tanah oleh pasukan udara Rusia dengan menggunakan bom dan rudal-rudal berdaya ledak kuat.

Beberapa unit jet tempur Sukhoi Rusia juga telah menggempur konvoi mobil pembawa bahan bakar dan amunisi ISIS hingga menyebabkan semua mobil dalam konvoi itu hangus terbakar.

Di provinsi Hama dan Homs sebanyak tujuh markas komando dan enam kamp pelatihan teroris juga luluh lantak dibombardir pasukan udara Rusia. Sedangkan di Raqqah, serangan udara Rusia menyebabkan kawanan teroris, terutama ISIS, mengalami krisis bahan bakar.
Laporan lain menyebutkan bahwa tentara Rusia mulai mengerahkan jet tempur Sukhoi 30 di Suriah untuk membantu Sukhoi 24, 25 dan 34 yang sudah dikerahkan sejak sebelumnya.

Sementara itu, pasukan Suriah diam-diam bergerak maju ke arah pangkalan udara Kweres yang berjarak 40 km dari kota Aleppo untuk mengakhiri kepungan teroris yang sudah berlangsung tiga tahun terhadap pangkalan itu.

Pangkalan udara Kweres selama ini selalu diserang, termasuk dengan bom bunuh diri, oleh kawanan teroris ISIS dan Front al-Nusra serta pemberontak Pasukan Kebebasan Suriah (FSA) dari beberapa kota dan daerah di sekitarnya, namun semua serangan itu tak dapat melemahkan tekad pasukan pemerintah Suriah yang mempertahankan pangkalan.

Sumber militer Suriah menyatakan tekad pasukan negara ini sudah bulat untuk membebaskan pangkalan udara itu dari kepungan setelah mereka berhasil berhasil membebaskan beberapa daerah yang terletak di antara pangkalan itu dan kota al-Safira yang menjadi salah satu lokasi penempatan pasukan Suriah di Rif Aleppo. Dengan demikian, tentara Suriah berhasil mengurangi jarak 30 km menjadi 10 km untuk membebaskan pangkalan itu dari kepungan yang selama ini menyebabkan pangkalan itu tak dapat dipakai oleh pasukan udara Suriah dan banyak pilot terjebak di dalamnya.

Sumber militer itu menambahkan bahwa pertempuran antara ISIS dan Jabhah al-Nusra juga menunjang tekad tentara Suriah untuk membebaskan pangkalan udara Kweres. Dia juga mengatakan bahwa jika pangkalan ini berhasil dihubungan dengan al-Safira di teggara Aleppo maka ini akan sangat menunjang operasi kontra-terorisme selanjutnya melalui pangkapan ini, terutama untuk menggempur kawanan teroris di kota al-Bab yang menjadi salah satu markas ISIS di pinggiran timur Aleppo. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL