bendera yamanSanaa, LiputanIslam.com – Sebanyak 53 organisasi, jaringan dan aliansi hukum dari 12 negara Arab menyerukan supaya serangan Arab Saudi terhadap Yaman segera dihentikan.

Sebagaimana dilansir Saba Net dan dikutip Alalam, Kamis (11/9), puluhan lembaga itu merilis statemen bersama menyatakan bahwa Saudi terus melangkahi undang-undang internasional dan kemanusia, sementara negara-negara lain bungkam terhadap kejahatan yang sudah mencapai batas kejahatan anti kemanusiaan.

Mereka mengingatkan bahwa berlanjutnya agresi dan blokade terhadap Yaman yang sudah berjalan 165 hari telah menyebabkan rakyat sipil, terutama anak kecil dan kaum perempuan, menderita akibat kelangkaan bahan makanan, obat-obatan, bahan bakar dan pasokan listrik.

Mereka mendesak PBB, Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional dengan seluruh organisasinya, demikian pula negara-negara Arab, agar segera bergerak menghentikan serangan terhadap Yaman.

Kepada faksi-faksi Yaman sendiri mereka menyerukan supaya kembali ke meja perundingan untuk mengatasi kemelut Yaman.
Sementara itu, 45 orang, beberapa di antaranya kaum perempuan dan anak kecil, terbunuh akibat serangan udara terbaru Saudi di beberapa provinsi Yaman, Kamis (10/9). Korban terbanyak jatuh antara lain di provinsi Taiz, yaitu 30 korban tewas dan luka.

Serangan Saudi antara lain menimpa lokasi permukiman di kawasan al-Dhal’ah hingga menewaskan 18 orang, beberapa di antaranya anak kecil dan perempuan yang mayatnya dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan.

Sanaa, ibu kota Yaman, juga kembali digempur Saudi, menyebabkan 15 warga sipil tewas dan 80 lainnya menderita luka-luka.
Di pihak lain, militer dan pasukan rakyat Yaman menyerang posisi militer Saudi di Jizan, mengakibatkan satu tentara Saudi tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Media Saudi menyebutkan satu pasukan penjaga perbatasan Saudi bernama Fahd bin Hamid al-Harbi tewas diserang pasukan Yaman di kawasan Tiwal di bagian selatan Jizan.

Kantor berita Yaman, SABA, melaporkan satu pangkalan militer Saudi di kawasan Jizan telah jatuh sepenuhnya ke tangan pasukan Yaman sejak Senin lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL