sinjar04Baghdad, LiputanIslam.com – Komandan Pasukan Gunung Sinjar, Irak, Ashti Kojar, menyatakan pasukannya berhasil membebaskan 51 warga Irak penganut sekte Yazidi yang terdiri atas kaum perempuan dan anak kecil dari sekapan pasukan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Kaum perempuan dan anak-anak kecil itu akan segera direlokasi ke Dahuk di wilayah Kurdistan,” katanya, sebagaimana dilansir al-Sumaria Jumat kemarin (7/11).

Dia menjelaskan bahwa puluhan warga yang tak berdosa itu berhasil dibebaskan melalui sebuah operasi khusus.

Beberapa waktu lalu, wakil pemerintahan semi-otonomi Kurdistan Irak urusan pengungsi, Nouri Usman Sinjari, mengatakan pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, berhasil membebaskan 200 tawanan Yazidi dari tangan ISIS.

Menurutnya, tawanan ISIS itu mencakup 70 perempuan, 50 anak kecil, dan puluhan lansia. Mereka berhasil dibebaskan dalam operasi militer di kawasan Zumar dan Sinjar, dan kemudian direlokasi dan berada di bawah perlindungan pasukan Kurdi di wilayah Kurdistan.
Dalam peristiwa lain, Gubernur Provinsi Salahudin, Irak, Raid al-Jabouri, Jumat kemarin menyatakan sebanyak 90 petempur ISIS tewas diterjang badai serangan udara di kota Baiji di utara Tikrit.

“Tentara dan relawan Irak belakangan melancarkan serangan sengit terhadap ISIS di Baiji hingga menimbulkan banyak korban di pihak ISIS. Dalam satu peristiwa serangan udara saja ke markas ISIS di Baiji sebanyak lebih dari 90 anggota mereka tewas,” katanya, seperti dikutip al-Masalah.

Keterangan dari sumber keamanan provinsi Salahudin yang dilansir al-Sumaria menyebutkan bahwa tentara Irak berhasil menguasai sepenuhnya komplek kilang minyak Baiji.

“Tentara Irak telah menguasai sepenuhnya kilang minyak Baiji di utara Tikrit,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Majid al-Gharawi, menyatakan bahwa sebanyak 4,500 penduduk provinsi Nineveh di sebuah kamp militer di kawasan Kurdistan telah siap berjuang untuk pembebasan provinsi ini dari tangan ISIS.

Al-Gharawi lantas menyerukan pendanaan dan pembekalan mereka dengan senjata dan peralatan tempur.

Tanggal 15 Oktober lalu Dewan Provinsi Nineveh mengumumkan pembukaan kamp militer untuk “pembebasan Mosul” di kawasan sekitar perbatasan provinsi ini dengan wilayah Kurdistan. Disebutkan bahwa kamp itu sudah berhasil merekrut sebanyak lebih dari 4,000 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL