A member of UNDOF rides atop an armoured vehicle on Golan HeightsNewYork, LiputanIslam.com – Sebanyak 43 personil anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang diduduki Israel, diculik oleh kawanan militan bersenjata, sedangkan 81 personil lainnya terjebak di kawasan tersebut.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan bahwa para korban itu berasal dari Filipina dan Fiji.

“Selama periode meningkatnya pertempuran yang dimulai kemarin antara elemen-elemen bersenjata dan Pasukan Arab Suriah (SAA) di wilayah perbatasan di Dataran Tinggi Golan, 43 pasukan penjaga perdamaian dari Pasukan Pengawas Gencatan Senjata PBB (UNDOF) telah ditangkap pagi hari ini oleh kelompok bersenjata di kawasan sekitar Quneitirah,” katanya Kamis kemarin (28/8), sebagaimana dilansir Reuters.

Dia menambahkan bahwa 81 anggota pasukan penjaga perdamaian UNDOF lainnya tertahan di posisi mereka di kawasan sekitar Ruwaihinah dan Buraiqah. Menurutnya, 81 personil yang terjebak itu berasal dari Filipina, sedangkan 43 yang diculik berasal dari Fiji.

“PBB sedang mengerahkan segenap upayanya untuk menjamin pembebasan pasukan penjaga perdamaian yang ditangkap tersebut, dan untuk memulihkan kebebasan pergerakan pasukan itu di seluruh wilayah operasinya itu,” lanjut Dujarric.

Ini merupakan kali ketiga kawanan teroris di Suriah menangkap pasukan perdamaian PBB di kawasan tersebut. Sebelumnya, kawanan teroris menyekap sejumlah pasukan penjaga perdamaian pada bulan Maret dan Mei tahun lalu dan melepaskan mereka setelah beberapa lama.

PBB menugaskan pasukan UNDOF di Dataran Tinggi Golan sejak 1974 sampai sekarang berdasar perjanjian gencatan senjata pasukan Zionis Israel dan pasukan pemerintah Suriah. Mei lalu PBB merilis resolusi baru perpanjangan masa tugas UNDOF tersebut hingga akhir tahun ini. Sejauh ini terdapat 1,223 personil pasukan dari enam negara yang terlibat dalam pasukan UNDOF.

Sementara itu. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Suriah merilis statemen membenarkan adanya penyanderaan 43 personil UNDOF oleh kelompok teroris takfiri bersenjata.

Sebagaimana dilansir IRNA, Kemlu Suriah Kamis kemarin menegaskan bahwa keselamatan mereka sepenuhnya merupakan tanggungjawab kelompok teroris dan negara-negara pendukungnya, baik di tingkat regional maupun global. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL