1111Baghdad, LiputanIslam.com – Komisi Keamanan Provinsi Diyala, Irak, mengumumkan sekitar 400 militan, sebagian besar anggota Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS), tewas di provinsi ini dalam satu bulan terakhir.

“Dalam pertempuran pasukan Irak melawan berbagai kelompok militan sejak 9 Juni lalu sampai sekarang sebanyak 400 militan bersenjata tewas dan puluhan kendaraan pengangkut senjata mereka hancur,” tutur Ketua Keamanan Provinsi Diyala, Sadeh al-Hosseini, Rabu (9/7/2014), sebagaimana dikutip al-Sumaria.

Dia menjelaskan bahwa kelompok-kelompok militan gagal mengusai Diyala berkat jerih payah pasukan keamanan Irak yang dibantu pasukan-pasukan adat setempat dan para relawan.

Sejak 10 Juni lalu kelompok militan takfiri ISIS yang didukung beberapa kelompok gerilyawan lain melakukan serbuan secara besar-besaran ke beberapa provinsi di wilayah utara Irak, termasuk Salahuddin dan Ninawa. Mereka sempat menguasai beberapa provinsi itu, namun belakangan mereka berhasil ditumpas oleh pasukan Irak dan relawan. Mereka kini masih bertahan di kota Falluja. Selain itu, beberapa kawasan di Mosul serta sebagian wilayah provinsi Salahuddin dan Diyala masih diwarnai kecamuk pertempuran pasukan Irak dan relawan melawan militan.

Rabu (9/7/2014) tentara Irak telah mencegat kawanan militan yang berusaha masuk ke wilayah selatan provinsi Salahuddin hingga terjadi kontak senjata yang menyebabkan 16 militan tewas. Dilaporkan bahwa saat itu mereka berusaha masuk dari kawasan Tal al-Dahab ke kawasan Balad yang terletak di selatan kota Tikrit.

Di saat yang sama, menurut laporan sumber Kepolisian Provinsi Diyala, satu “penguasa” (wali) ISIS untuk kawasan Sakdiyah, 60 km utara Baquba, tewas di bagian barat kawasan tersebut. Wali ISIS bernama Abu Osama al-Masarrati itu tewas bersama dua anak buahnya akibat ledakan bom yang terpasang di jalan yang mereka lewati dengan mobil.

Sumber yang meminta tidak disebutkan namanya itu mengatakan, “Al-Masarrati telah diangkat sebagai wali untuk wilayah itu oleh Abu Bakar al-Baghdadi (pemimpin besar ISIS) beberapa hari lalu.

Sementara itu, TV SkyNews mengutip keterangan para saksi mata bahwa di wilayah selatan Mosul terjadi pertempuran sengit. Mereka mengaku mendengar banyak suara tembakan dan ledakan keras.

Belum ada laporan detail mengenai kontak senjata tersebut. Petinggi militer Irak sebelumnya menyatakan pihaknya sedang merencakan serangan secepatnya ke Mosul untuk membebaskan kota ini dari cengkraman ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL