palestine-israel flagAmman, LiputanIslam.com – Sebanyak lebih dari 400 dosen bergelar profesor di Amerika Serikat (AS) telah menandatangani petisi berisi kecaman atas aksi pelanggaran Israel terhadap hak asasi manusia (HAM) Palestina serta menuntut Tel Aviv supaya menarik pasukan Zionis dari wilayah Palestina. Demikian dilaporkan koran Jordania, ad-Dustour, Sabtu (4/10)

Para dosen yang sebagian besar mengajar di beberapa universitas terkenal di AS itu mendesak Israel segera mengakhiri pendudukan serta mengindahkan HAM warga Palestina yang tinggal di wilayah teritorial Palestina tahun 1948.

Dalam petisi itu mereka juga mendukung rencana penjatuhan sanksi terhadap berbagai perguruan tinggi dan universitas Israel karena telah mengabaikan hak warga Palestina untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan universitas.

Para pakar menilai aksi protes para dosen AS sebagai pukulan telak bagi Israel.

Para penandatangan petisi itu menyatakan, “Dengan menandatangani petisi ini kami para ilmuwan humaniora menegaskan penentangan kami terhadap pelanggaran HAM, termasuk pendudukan militer Jalur Gaza, Tepi Barat dan Jerussalem (Baitul Maqdis), yang dilakukan Israel secara kontinyu serta menghendaki penjatuhan sanksi terhadap institusi-institusi pendidikan tinggi Israel dan lembaga-lembaga yang menyetujui kebijakan Israel tersebut.”

Mereka menambahkan, “Agresi militer Israel belum lama ini ke Gaza merupakan aksi terbaru Israel, namun negara-negara dunia, lembaga-lembaga informasi dan media tidak melakukan tindakan apapun untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel yang terlibat banyak kasus pelanggaran HAM. Atas dasar ini, kami para dosen yang melakukan kajian terhadap problematika insitusi-institusi kekuasaan, penindasan dan dominasi kultural mereka merasa bertanggungjawab secara moral untuk memandang Israel dan pemerintahan-pemerintahan kami sendiri sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kejahatan-kejahatan ini, dan ini juga mendorong kami untuk menyatakan solidaritas kami dengan rakyat Palestina.”

Para peneken petisi ini juga menegaskan bahwa Israel telah melancarkan blokade secara ilegal terhadap Jalur Gaza sejak tujuh tahun silam, menerapkan banyak ketentuan dan pembatasan bagi pergerakan orang dan transportasi barang ke Gaza, dan bersamaan dengan ini Israel merampas tanah-tanah Palestina di Tepi Barat, menyulitkan kehidupan penduduk Palestina di sana, dan membatasi kebebasan dan hak pendidikan mereka.

Para dosen AS mengingatkan bahwa Israel bahkan tak segan-segan merusak pusat-pusat riset dan perpustakaan-perpustakaan Palesina serta merampas buku-buku referensi Palestina. Menurut mereka, sebagian lembaga pendidikan tinggi Israel, termasuk Universitas Tel Aviv, Universitas Hebrew (Ibrani), Universitas Bar-Ilan, Universitas Haifa, Institut Teknologi Technion dan Universitas Ben Gurion sejalan dengan kebijakan Rezim Zionis tersebut serta membantu pendudukan dan penganiayaan orang-orang Palestina.

“Universitas-universitas Israel itu menyatakan dukungannya secara tanpa batas dan syarat kepada militer Israel, dan oleh sebab itu kami menghendaki pemutusan segala bentuk kerjasama dengan lembaga-lembaga tersebut,” ungkap mereka.

Seperti diketahui, agresi militer Israel selama 50 hari Jalur Gaza beberapa waktu lalu telah menggugurkan lebih dari 2,000 warga Palestina sehingga membangkitkan kecaman internasional terhadap Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL