tentara yamanSanaa, LiputanIslam.com – Sebanyak 40 tentara Mesir dikabarkan masuk untuk pertama kalinya ke Yaman untuk melancarkan serangan darat, namun segera disergap oleh milisi tentara dan milisi Yaman.

Situs berita Yaman al-An Selasa (14/4) mengutip laporan Kantor berita Yaman, YNA, bahwa berdasarkan pernyataan petinggi Ansarullah (Houthi), Mohammad al-Bukhaiti, di halaman Facebooknya, sebanyak 40 tentara Mesir telah masuk ke kawasan pantai Dufas yang terletak di lokasi antara Shuqrah dan Aden di provinsi Abyan.

Disebutkan bahwa puluhan tentara Mesir itu datang dengan menggunakan empat unit perahu yang masing-masing unit mengangkut 10 personil. Namun, begitu mendarat mereka segera disergap oleh tentara Yaman dan milisi Houthi. Akibatnya, sebagian tentara Mesir itu tewas, dan sebagian lain luka dan ditawan.

Sementara itu, situs berita al-Arabi al-Jadid menyebutkan bahwa Mesir kemungkinan akan mengirim 700 pasukannya ke Arab Saudi untuk menyiapkan serangan darat ke Yaman. Sumber-sumber di Mesir mengatakan sekitar 700 personil pasukan reaksi cepat sudah siap diberangkatkan ke Saudi untuk dilibatkan dalam serangan darat ke Yaman apabila diperlukan. Dia menekankan bahwa ratusan tentara itu masih berada di Mesir.

Mesir merupakan salah satu negara sekutu Saudi dalam serangan udara ke Yaman yang dimulai sejak 26 Maret lalu dengan sandi “Badai Mematikan”. Sebuah sumber dari kalangan oposisi Saudi menyatakan Kairo mendapat dana besar dari Riyadh agar terlibat dalam serangan darat ke Yaman, namun Kairo hanya siap mengirim 700 personil.

Laporan lain dari Sky News menyebutkan bahwa beberapa jet tempur koalisi Saudi dini hari Selasa menggempur kawasan Jabal Sabr dan bangunan-bangunan milik pemerintah di kota Taiz dan pos-pos pemeriksaan milik Ansarullah di kota Aden, namun belum ada laporan mengenai korban akibat serangan di selatan Yaman tersebut.

Perusahaan gas Yaman dalam statemennya menyatakan pihaknya berhenti berproduksi sebagai dampak serangan udara koalisi Saudi di kawasan Balhaf tempat perusahaan ini berada. Pihak perusahaan telah meminta para pekerjanya supaya meninggalkan tempat kerja demi keamanan jiwa mereka.

Laporan mengenai jumlah korban tewas dan luka akibat serangan Saudi dan sekutunya yang sudah berjalan tiga minggu itu masih simpang siur. Juru bicara angkatan bersenjata Yaman Kolonel Ghalib Luqman menyatakan jumlah korban tewas sudah mencapai 2,571 orang, sedangkan korban luka 3,897 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL