tank saudi hangus di yaman

Tank Saudi hancur digempur pasukan Yaman

Sanaa, LiputanIslam.com –   Sebanyak 30 tentara Arab Saudi tewas dan puluhan lainnya luka-luka diterjang serangan komite-komiter rakyat Yaman terhadap dua pangkalan militer al-Thiwal dan al-Mushfaq di wilayah selatan Arab Saudi.

“Dalam serangan ini tentara Saudi juga menderita banyak kerugian perlengkapan militernya.  Serangan ini merupakan reaksi balasan terhadap serangan jet-jet tempur Saudi ke berbagai kawasan permukiman yang menyebabkan terbunuhnya orang-orang perempuan dan anak-anak kecil Yaman yang tak berdaya,” ungkap sumber militer Yaman, sebagai dilansir media Yaman dan dikutip IRNA, Minggu (4/9/2016).

Sementara itu, laman berita Rai al-Youm yang berbasis di London, Inggris, di hari yang sama melaporkan bahwa sebagaimana dinyatakan para pengamat Barat, Saudi sedang mengalami dilema keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saudi tak sanggup meningkatkan kekuatan militernya dalam perang Yaman karena kuatir terjadi pemberontakan kaum Syiah di selatan negara ini atau kebangkitan para pekerja asing yang menderita kelaparan sebagaimana terjadi pada para pekerja asal Filipina .

Disebutkan bahwa serangan serangan Saudi dan sekutunya yang sudah berjalan satu setengah tahun dengan sandi “Badai Mematikan” terhadap Yaman tak sanggup mengubah situasi politik di Yaman, apalagi setelah gerakan Ansarullah (Houthi) dan kelompok loyalis mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh membentuk “Dewan Tinggi Politik”.

Di lapangan, pasukan Ansarullah terus melancarkan serangan dari balik perbatasan Saudi untuk membalas serangan udara Saudi.  Sebagian serangan Ansarullah itu berpengaruh, dan berlanjutnya serangan ini memperlihatkan realitas kegagalan pasukan militer Saudi.
Rezim Riyadh semula berniat menciptakan kawasan aman di sekitar beberapa kota Saudi, termasuk Najran dan Jizan, dengan cara menerobos masuk ke wilayah Yaman. Tapi ternyata mereka justru menjadi sasaran empuk serangan pasukan Ansarullah dari dekat maupun serangan dari jauh dengan rudal-rudal balistik.

Menurut Rai al-Youm, Saudi benar-benar mengalami dilema militer di mana ia tak sanggup mengirim pasukan darat untuk meningkat pertahanan di perbatasan, dan ini terjadi karena rezim Riyadh kuatir terjadi kebangkitan mendadak kaum Syiah Saudi dengan skala yang sedemikian masif sehingga selain pasukan kepolisian, pasukan militer juga harus dikerahkan untuk mengatasinya.

Laman berbahasa Arab ini juga menyebutkan bahwa negara-negara Barat prihatin menyaksikan kondisi para pekerja asing, khususnya India, Pakistan dan Filipina yang kehilangan pekerjaan dan menderita kelaparan sehingga berpotensi melakukan aksi kebangkitan melawan otoritas Saudi. Jika sumbu pekerja asing ini meledak, Saudi juga akan mengandalkan kekuatan militer untuk mengendalikan keadaan.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL