perbatasan turki-suriahAleppo, LiputanIslam.com – Surat kabar Rusia Kommersant mengutip pernyataan pakar Rusia dari Pusat Kajian Rusia-Timur-Barat, Vladimir Sotnikov, bahwa Turki akan bermasalah lagi dengan Rusia jika Turki bermaksud membalas serangan udara pasukan Suriah yang menewaskan tiga tentara Turki di sekitar al-Bab.

“Apa yang terjadi Suriah utara sangat krusial, termasuk bagi Rusia. Erdogan (Presiden Turki) adalah sosok politisi yang congkak dan keras, dan seringkali emosinya dominan pada perilakunya. Jika dia memandang insiden itu terjadi bukan karena faktor darurat, atau karena kesalahan, melainkan sengaja dilakukan oleh komando militer Suriah, maka bisa jadi dia memandangnya sebagai tantangan secara pribadi bagi dirinya sehingga dia merasa seranga itu harus dibalas,” papar Sotnikov.

Dia melanjutkan, “Jika Erdogan membalas dengan menggunakan jet tempur maka ini beresiko konflik Turki dengan Rusia yang menguasai udara Suriah.”

Dia menyebutkan bahwa sistem penangkis serangan udara S-300 dan S-400 milik Rusia yang dipasang di Suriah dapat merontokkan pesawat manapun yang menyerang posisi-posisi pasukan pemerintah Suriah.

Sotnikov mengingatkan bahwa dampak balasan Turki akan liar dan tak terduga serta menyalahi interes Ankara maupun Moskow. Karena itu keduanya harus berusaha meredakan ketegangan ini dengan melibatkan semua komponen politik dan militer untuk mencapai kesepakatan yang dapat menjaga wibawa masing-masing.

Beberapa pakar lain mengatakan kepada Kommersant bahwa berita mengenai serangan jet tempur Suriah itu tersiar tepat pada tanggal 24 November yang merupakan peringatan peristiwa penembak jatuhan jet tempur Su-24 milik Rusia oleh pasukan udara Turki di perbatasan Suriah-Turki pada tahun lalu.

Karena itu, menurut mereka, bukan tidak mungkin serangan itu disengaja dengan tujuan membawa lagi Rusia dan Turki kepada konflik.

Mereka menilai serangan jet tempur Suriah terhadap posisi pasukan Turki sulit dimengerti, karena walaupun tentara Turki ada di wilayah perbatasan Suriah, tapi selama ini selalu menghindari kontak senjata dengan tentara Suriah, dan operasi militer mereka sebatas untuk memerangi ISIS dan Kurdi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL