pejuang palestina tertembakBaitulMaqdis, LiputanIslam.com –  Tiga pemuda pejuang Palestina gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel dalam sebuah operasi berani mati Syahid para pejuang itu di sebuah lokasi dekat gerbang Bab al-Amoud di Baitul Maqdis timur yang menewaskan satu serdadu Zionis dan melukai tiga orang lainnya, Rabu (4/2).

Pasukan Israel mengaku telah menembak tiga pemuda Palestina ketika mereka menyerang pasukan penjaga perbatasan Israel. Tiga pemuda itu adalah warga Qabatia di distrik Jenin di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat.

Menurut pasukan Israel, dari tiga pemuda itu telah disita beberapa senjata tajam dan bahan peledak.

Para syuhada itu masing-masing adalah Ahmad Najih Abu al-Rab, 21 tahun, Ahmad Zakarnah, 19 tahun, dan Mohammad Ahmad Kabil, 19 tahun.

Situasi keamanan di kawasan Bab al-Amoud dilaporkan tegang menyusul peristiwa tersebut, dan pasukan Zionis segera memblokir kawasan kota lama serta tak segan-segan bertindak aniaya dan sewenang-wenang terhadap wartawan.

Hamas Bersorak

Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, mengucapkan selamat atas terjadinya operasi berani mati syahid tiga pemuda pejuang Palestina di tanah suci Baitul Maqdis tersebut. Hamas menegaskan bahwa gerakan mereka itu menjadi titik perubahan krusial dalam kebangkitan atau intifada rakyat Palestina yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

Sebagaimana dilansir al-Alam, Hamas memuji keberanian tiga pemuda Palestina itu serta keberhasilan mereka menerobos semua barikade yang dipasang pasukan Zionis hingga ketiganya berhasil mencapai kawasan Bab al-Amoud dan melancarkan operasi serangan yang “mengguncang keamanan pasukan pendudukan”.

Hamas memastikan bahwa operasi penembakan dan penikaman yang dilakukan oleh para pejuang Palestina itu menjadi pukulan bagi sistem keamanan Zionis, sebab dari kawasan Jenin para pejuang itu ternyata berhasil menerobos masuk ke Baitul Maqdis meskipun banyak pos pemeriksaan dan barikade keamanan disebar oleh pasukan Zionis di berbagai kawasan Tepi Barat.

Hamas menegaskan tekad para pejuang Palestina untuk melanjutkan intifada dengan segala resikonya, sebagai pesan bagi Israel bahwa agresi kaum Zionis terhadap Masjid al-Aqsa tidak dibiarkan tanpa reaksi kongkret.

“Masih banyak yang dihendak dikatakan dan dilakukan oleh bangsa kami dalam melawan pendudukan,” tegas Hamas.

Operasi berani mati syahid itu terjadi beberapa jam setelah peristiwa serbuan 100-an massa Zionis yang dikawal oleh polisi Israel terhadap komplek Masjid al-Aqsa serta aksi penganiayaan mereka terhadap para jemaah Palestina yang ada di lokasi saat itu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL