isis anbarBaghdad, LiputanIslam.com – Kepala Dewan Provinsi Anbar, Irak, Sabah Karhut menyatakan sebanyak lebih dari 250,000 orang terkepung kawanan teroris ISIS di provinsi ini. Karena itu, sebagaimana dilansir al-Sumaria News, dalam sebuah konferensi bertajuk “Pembebasan Anbar” yang berlangsung di Baghdad, Rabu kemarin (19/8), Sabah Karhut saat menyinggung kemajuan signifikan pasukan Irak di Ramadi meminta pemerintah Baghdad agar mempersenjatai penduduk Anbar agar dapat terlibat dalam operasi pembebasan provinsi ini.

Dia menambahkan bahwa kondisi kemanusiaan di Anbar, terutama para pengungsi, sangat kritis.

Konferensi Pembebasan Anbar dimulai Rabu kemarin, dipimpin oleh ketua parlemen Irak Salim al-Jabouri dan dihadiri oleh para tamu dari berbagai negara dunia.

Dilaporkan bahwa pasukan Irak mengepung ISIS di kota Ramadi, ibu kota Anbar, 70 km barat Baghdad, dari semua arah sehingga semua jalur bantuan militer untuk ISIS terblokir secara total.

Ramadi diduduki ISIS sejak beberapa bulan lalu. Selama berada di kota ini kawanan teroris takfiri tersebut telah menangkap ratusan kaum pria setempat yang mereka anggap menjalin kerjasama dengan pemerintah Irak atau mengangkat senjata melawan mereka. Sebagian di antara kaum pria itu dieksekusi di jalan-jalan.

Laporan lain dari Rai al-Youm mengutip statemen Komando Operasi Gabungan Irak yang bernaung di Kementerian Pertahanan negara ini menyatakan bahwa pasukannya yang didukung pasukan udara terus bergerak maju di berbagai kawasan yang semula diduduki ISIS di Samarra, selatan kota Tikrit, provinsi Salahuddin (Saladin).

“Pasukan militer telah menerobos penghalang pertama sesudah al-Layin (jalur pipa minyak), dan mencapai penghalang kedua, serta menimpakan kerugian-kerugian besar pada musuh (ISIS). Gerak maju terus berlangsung untuk membersihkan semua desa di sekitar Jazirah Samarra,” bunyi statemen tersebut.

Statemen itu juga menyatakan bahwa operasi militer di sana melibatkan pasukan militer Irak, relawan al-Hashd al-Shaabi, polisi federal, brigade tank dan mortir, dan pasukan kontra-terorisme dengan dukungan pasukan udara.

Juru bicara resmi al-Hashd al-Shaabi, Karim al-Nouri, menyatakan bahwa operasi penguasaan kembali desa-desa sekitar Jazirah Samarra dimaksudkan untuk menjamin keamanan kawasan yang terbentang di antara Salahaddin dan Anbar.

Secara terpisah, juru bicara gubernur Anbar Hikmat Sulaiman, menyatakan pasukan keamanan Irak dari satuan angkatan bersenjata dan pasukan kontra-terorisme berhasil membebaskan distrik al-Murur al-Amah, provinsi Anbar, dan perkampungan al-Zaitun yang terletak di dekatnya melalui pertempuran yang menewaskan banyak teroris ISIS.

Dia juga mengatakan bahwa pasukan keamanan juga berhasil memasuki kawasan al-Mal’ab di selatan Ramadi dan mencapai kawasan sekitar jalan 20 di pusat kota Ramadi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL